“Kami masih menunggu informasi untuk penerapannya seperti apa, termasuk nanti tata pengembalian gelang yang dipakai karena penerapannya akan dilakukan Dirjen Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi,” tambahnya.
Ajakan Menjadi Pendaki Cerdas dan Minim Sampah
Penutupan selama enam bulan terakhir bukan tanpa alasan. Tumpukan sampah dan kebutuhan perbaikan sistem pengelolaan menjadi faktor utama mengapa jalur ini sempat “diistirahatkan”. Oleh karena itu, pihak TNGGP sangat berharap para pendaki yang datang mulai April nanti bisa lebih bertanggung jawab.
Agus Deni memberikan imbauan khusus agar para pendaki tidak lagi naik secara ilegal melalui jalur tikus dan selalu menjaga kebersihan selama berada di atas gunung.
“Pendakian sempat ditutup selama enam bulan karena sampah dan perbaikan sistem pengelolaan, sehingga kami berharap para pendaki menjadi pendaki cerdas dengan tidak meninggalkan sampah dan merusak kelestarian alam di taman nasional,” pungkasnya.
Jadi, pastikan kamu mengikuti prosedur yang legal, siapkan fisik yang prima, dan jangan lupa untuk selalu membawa pulang sampahmu sendiri demi kelestarian Gunung Gede Pangrango!