Publik tentu bertanya-tanya, apakah aksi penyerangan ini murni inisiatif pribadi para tersangka atau merupakan bagian dari perintah satuan. Jawaban atas pertanyaan inilah yang paling ditunggu-tunggu untuk melihat sejauh mana akuntabilitas dalam institusi militer kita.
Dua Minggu Menentukan: Pendalaman Barang Bukti dan Konsolidasi
Selain fokus pada keterangan para tersangka, Komnas HAM juga sedang memacu waktu untuk mengonsolidasikan semua temuan di lapangan. Proses penguatan bukti-bukti fisik dan saksi akan menjadi fondasi utama dalam laporan akhir yang akan mereka susun dalam waktu dekat.
“Rencana ke depan, selain meminta keterangan tersangka, kami juga akan melakukan pendalaman terhadap barang bukti yang akan dikonsolidasikan dalam dua minggu ini,” pungkas Saurlin menutup keterangannya.
Langkah progresif ini membuktikan bahwa negara tidak boleh abai terhadap tindakan represif. Jika terbukti ada pelanggaran prosedur atau keterlibatan atasan, kasus ini diprediksi akan menjadi bola salju yang besar bagi reformasi di tubuh TNI. – Hasyim Ashari/Disway –