“Saya mengutuk keras insiden yang menewaskan penjaga perdamaian Indonesia. Semua pihak wajib menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional untuk memastikan keselamatan personel dan properti PBB,” tegas Guterres.
Saat ini, TNI bersama UNIFIL terus memonitor perkembangan di lapangan. Pihak Indonesia menegaskan akan tetap menunggu hasil investigasi teknis untuk memastikan apakah ledakan tersebut berasal dari ranjau, serangan udara, atau artileri pihak yang bertikai. Indonesia tetap berkomitmen pada misi perdamaian dunia, namun menuntut keadilan bagi setiap nyawa prajurit yang hilang di medan tugas.(*).