finnews.id – Fenomena menjodohkan figur publik kembali mencuri perhatian di media sosial, nama Fuji kini jadi perbincangan setelah munculnya istilah “Furap” yang menggabungkan dirinya dengan Reza Arap.
Istilah tersebut mulai ramai jadi pembicaraan, setelah keduanya terlihat berinteraksi dalam sebuah konten yang kini sedang tayang.
Momen singkat itu kemudian memicu berbagai reaksi warganet, hingga melahirkan tren baru yang menyebar luas di berbagai platform digital.
Seiring meningkatnya Furap, konten yang mengaitkan Fuji dengan Reza Arap pun terus bermunculan. Bahkan, tidak sedikit netizen yang aktif menjodohkan keduanya.
Di tengah antusiasme publik, keluarga Fuji justru merasakan ketidaknyamanan dan memberikan respon.
Ayah Fuji, Haji Faisal mengungkapkan, bahwa fenomena menjodoh-jodohkan ini sebenarnya bukan hal baru ramai di media sosial.
“Kan sejak awal kemunculannya memang Fuji selalu orang menjodohkan. Ya sudah gak asing lagi, tapi saya heran banget kenapa sering dijodohkan,” ungkap Faisal kepada wartawan.
Menurutnya situasi ini mulai terasa berlebihan, terutama ketika berubah menjadi candaan yang berpotensi mengarah ke hal lain.
Pandangan serupa juga disampaikan ibunda Fuji, Dewi Zuhriati, Ia menilai kebiasaan menjodohkan anaknya secara terus-menerus di ruang publik bukanlah sesuatu yang positif.
“Gak nyaman juga kami kalau dijodohkan. Itu kan sudah beberapa kali ya (dijodohkan). Kurang bagus juga menurut kita,” kata Dewi Zuhriati.
Awalnya, keluarga mencoba memahami kondisi tersebut sebagai konsekuensi dari status Fuji sebagai figur publik.
Namun, frekuensi yang semakin tinggi membuat mereka merasa kurang nyaman dengan situasi yang terjadi.
Faisal juga menyoroti bahwa sulit mengetahui siapa pihak yang memulai narasi tersebut, apakah penggemar atau justru pihak lain.
Ia menegaskan bahwa jika sudah mengarah pada olok-olok atau bullying, maka hal itu menjadi tidak pantas.
“Ya kan sering, siapa yang menjodohkan kan kita gak tahu apakah itu fans atau haters. Tapi saya berpikir kalau sudah sampai bahan olok-olok dan bully ya gak nyaman sih, gak pas,” sambung Faisal.
Tren Furap bermula ketika Fuji hadir dalam sebuah acara yang dibuat oleh Reza Arap, kehadirannya hanya sebagai bintang tamu, tanpa ada kaitan dengan hubungan pribadi.
“Ya dia kan diundang dalam acara itu jadi ya sebagai bintang tamu saja,” jelasnya.
Namun interaksi singkat tersebut langsung memicu spekulasi publik, banyak warganet kemudian membuat konten yang memperkuat narasi perjodohan.
Keluarga berharap masyarakat lebih bijak menanggapi interaksi antar selebritas, mereka menekankan tidak semua kebersamaan diartikan hubungan asmara.