finnews.id – Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) yang didukung Iran melakukan serangan ke kompleks Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Baghdad, Irak. Selain itu, beberapa drone juga menghantam Hotel Al Rasheed atau juga dikenal sebagai Royal Tulip Hotel.
Sebagian drone berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara C-RAM, sedangkan sebagian lainnya lolos dan menimbulkan suara ledakan yang cukup keras.
Dalam insiden tersebut dilaporkan tidak ada korban jiwa.
Melalui video dan foto, yang diverifikasi oleh Al Jazeera, menunjukkan api dan asap mengepul dari dekat Kedubes AS, sementara rekaman lain menunjukkan pertahanan udara mencegat beberapa pesawat tak berawak di langit dekat kompleks tersebut.
Menurut kantor berita Reuters, sistem pertahanan udara C-RAM kedutaan menembak jatuh setidaknya dua pesawat tak berawak pada dini hari, sementara yang ketiga menghantam di dalam kompleks.
Dari keterangan seorang saksi mata, dikatakan bahwa api dan asap yang terlihat di daerah tersebut berasal dari dalam kompleks.
Insiden ini terjadi tepat ketika pasukan AS dan kelompok bersenjata Irak yang bersekutu dengan Teheran saling baku tembak di tengah perang AS dan Israel melawan Iran.
Mengutip dari Reuters, serangan mematikan di Jadriyah, Baghdad, menargetkan sebuah rumah yang digunakan sebagai markas besar Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) yang didukung Iran.
PMF, yang dikenal dalam bahasa Arab sebagai Hashd al-Shaabi, adalah kelompok payung dari sebagian besar faksi paramiliter Syiah, yang didirikan pada tahun 2014 untuk menghentikan kemajuan pesat kelompok ISIL (ISIS).
PMF secara resmi diintegrasikan ke dalam pasukan keamanan negara Irak dan mencakup beberapa kelompok yang bersekutu dengan Iran.
Serangan itu terjadi beberapa jam setelah sebuah drone menghantam hotel ternama di dekat kedutaan di Zona Hijau, menyebabkan kebakaran kecil.
Kementerian Dalam Negeri Irak, dalam sebuah pernyataan di Facebook, mengatakan bahwa serangan terhadap Hotel Al Rasheed tidak menyebabkan korban jiwa.
Mahmoud Abdel Wahed dari Al Jazeera, melaporkan dari Baghdad, mengatakan bahwa drone bermuatan bahan peledak menghantam atap hotel, yang juga dikenal sebagai Royal Tulip Hotel.
“Hotel tersebut, yang terletak dekat Kedutaan Besar AS, merupakan tempat tinggal beberapa misi diplomatik asing, termasuk… Uni Eropa dan Arab Saudi, dan juga karyawan asing di perusahaan minyak,” kata Abdel Wahed.
“Setelah serangan ini, pasukan keamanan telah dikerahkan di daerah tersebut, dan mereka telah memblokir semua jalan menuju Zona Hijau dengan kendaraan lapis baja dan barikade,” ujar Wahed.
Menurut Wahed, serangan terhadap Al Rasheed tampaknya merupakan pembalasan atas serangan mematikan dan diduga dilakukan AS terhadap pos pemeriksaan yang dijaga oleh pasukan PMF di kota Al-Qaim, di provinsi Anbar bagian barat, dekat perbatasan dengan Suriah, pada hari sebelumnya. Menurut tentara Irak, setidaknya delapan tentara tewas dalam serangan tersebut.