Pun rumah-rumah tangga. Semua rumah di Iran dapat aliran gas yang murah. Gas dari sentral distribusi. Pakai jaringan pipa. Tidak ada gas melon 3 kg yang wira-wiri tanpa henti.
Tapi Iran juga tidak bisa menjadi negara makmur yang maju –akibat blokade. Padahal Iran punya potensi bisa makmur semakmur-makmurnya dan maju semaju-majunya. SDM mereka unggul. Sumber gas mereka termasuk terbesar di dunia. Iran bisa menjadi negara Islam yang jaya.
Kini kembali ke Iran sendiri: mau pilih jalan yang mana. Atau jangan-jangan Iran masih menyimpan senjata yang mematikan –meski rasanya mustahil tidak terdeteksi oleh intelijen Amerika.
Pun kalau Amerika sudah lebih realistis belum tentu Israel bersetuju dengan pilihan Amerika itu. Israel lebih ingin Iran hancur sehancur-hancurnya.
Tapi Amerika tidak mungkin meneruskan perang kalau Iran sudah dalam keadaan sangat lemah dalam persenjataan. Memaksakan perubahan ideologi tidak mudah. Apalagi tidak mungkin melakukan perang darat –untuk menguasai Iran.
Kelihatannya Trump juga sudah merasa sulit mengandalkan suku Kurdi untuk memulai perang teritorial. Terlalu kecil kekuatan mereka untuk bertempur secara darat –bila pun dapat dukungan senjata dari Amerika.
Iran bukan Venezuela. Delcy memang bisa jadi boneka di Venezuela tapi orang Parsibukanlah bangsa boneka.(Dahkan Iskan)