Saat ini, Prancis memiliki sekitar 290 hulu ledak nuklir. Jumlah itu menjadikan Prancis sebagai negara dengan kekuatan nuklir terbesar keempat di dunia setelah Amerika Serikat, Rusia, dan Cina.
Namun, Macron tidak menjelaskan berapa banyak tambahan hulu ledak yang akan dibuat. Ia juga menyebutkan bahwa doktrin nuklir Prancis akan diperluas dengan kerja sama yang lebih erat bersama negara negara Eropa seperti Jerman, Polandia, Belanda, Belgia, dan Denmark.
Prancis memiliki empat kapal selam bersenjata nuklir yang bisa beroperasi secara tersembunyi di berbagai wilayah laut dunia dengan jangkauan sekitar 10.000 kilometer. Selain itu, Prancis juga memiliki jet tempur Rafale yang dapat meluncurkan rudal jelajah berhulu ledak nuklir dengan jarak sekitar 500 kilometer.
Diketahui, Prancis terakhir kali menambah jumlah senjata nuklirnya pada 1992.
Hubungan dengan Amerika Serikat sempat goyah di awal tahun ini ketika Presiden AS Donald Trump terlihat ingin mengambil alih Greenland, wilayah milik Denmark yang juga anggota Uni Eropa dan NATO.
Walau kemudian sikap itu berubah, banyak negara Eropa mulai meragukan arah kebijakan Washington ke depan, bahkan setelah masa jabatan Trump berakhir.
Kanselir Jerman Friedrich Merz juga mengatakan bahwa pesawat Angkatan Udara Jerman bisa digunakan untuk mengangkut bom nuklir milik Prancis.