finnews.id – Jelang Ramadhan dan Idulfitri 1447 H, BCA Alokasikan Rp65,7 T
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mengalokasikan uang tunai sebesar Rp65,7 triliun untuk memenuhi lonjakan kebutuhan transaksi nasabah selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
Alokasi likuiditas sebesar ini disiapkan guna mendukung aktivitas belanja masyarakat, kegiatan sosial, hingga kebutuhan mudik yang diprediksi meningkat tahun ini.
Presiden Direktur dari BCA, Hendra Lembong, menjelaskan bahwa Ramadan dan Lebaran merupakan periode dengan perputaran uang tertinggi di Indonesia.
Maka dari itu, BCA memastikan kesiapan fisik uang tunai serta keandalan layanan perbankan di seluruh kanal.
“Kami berkomitmen membantu masyarakat memenuhi kebutuhannya selama Idulfitri, sekaligus berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui kesiapan likuiditas yang optimal,” ujar Hendra dalam keterangan resmi, Sabtu (28/2/2026).
Untuk memfasilitasi tradisi penukaran Uang Pecahan Kecil (UPK), BCA menyiagakan hampir 150 kantor cabang di seluruh Indonesia.
Layanan ini terintegrasi dengan mekanisme registrasi melalui situs PINTAR milik Bank Indonesia.
Nasabah yang ingin melakukan penukaran diwajibkan melakukan pemesanan secara daring (online) terlebih dahulu untuk mendapatkan jadwal dan kuota pelayanan.
“Penyediaan uang pecahan kecil ini mencakup Uang Layak Edar (ULE) dan uang baru sesuai dengan ketersediaan di masing-masing cabang,” tambahnya.
Selain kesiapan uang tunai, emiten perbankan swasta terbesar di Indonesia ini juga memperkuat infrastruktur digitalnya.
BCA menjamin layanan seperti myBCA, BCA mobile, KlikBCA, hingga jaringan ATM tetap beroperasi penuh selama 24 jam untuk melayani transaksi nasabah di tengah periode libur panjang.
Dari sisi layanan pelanggan, Layanan komunikasi Halo BCA—termasuk melalui WhatsApp dan aplikasi haloBCA—disiagakan untuk tetap responsif.
Langkah ini ditujukan untuk memastikan nasabah mendapatkan bantuan teknis maupun informasi transaksi secara real-time selama masa mudik Lebaran 2026.