Home Ekonomi BI: Ada Rp2.506 Triliun Dana ‘Nganggur’ di Perbankan, Modal Genjot Ekonomi 2026
Ekonomi

BI: Ada Rp2.506 Triliun Dana ‘Nganggur’ di Perbankan, Modal Genjot Ekonomi 2026

dana nganggur perbankan

Bagikan
dana nganggur perbankan
Bagikan

finnews.id – Melalui perwakilannya, Bank Indonesia (BI) menyatakan sistem keuangan Indonesia tetap kokoh dengan likuiditas yang sangat memadai untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa perbankan nasional masih memiliki ruang yang sangat luas untuk menyalurkan kredit untuk digunakan sebagai akselerasi roda perekonomian.

Berbasis pada data Kajian Stabilitas Keuangan (KSK) nomor 46, fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) dari perbankan hingga bulan Januari 2026 tercatat mencapai Rp2.506,47 Triliun.

 

Capaian itu setara dengan 22,65 persen dari total plafon kredit yang tersedia.

“Peluang ekonomi Indonesia untuk tumbuh lebih tinggi sangat terbuka didukung likuiditas yang memadai. Fasilitas undisbursed loan ini dapat terus dioptimalkan sebagai pendorong pertumbuhan,” ujar Destry dalam peluncuran KSK 46 di Jakarta, pada Senin (2/3/2026).

Pertumbuhan dari sektor kredit pada Januari 2026 tercatat solid di angka 9,96% (yoy).

 

Bank Indonesia sendiri memperkirakan intermediasi perbankan sepanjang tahun 2026 akan tetap kuat dalam kisaran 8% hingga 12%.

Untuk mencapai target tersebut, BI mengimbau perbankan untuk lebih agresif menyesuaikan special rate agar suku bunga kredit dapat turun lebih cepat.

Langkah ini dinilai penting agar transmisi kebijakan moneter berjalan efektif dan minat dunia usaha untuk menarik kredit semakin meningkat.

 

Guna memastikan perbankan memiliki “napas” yang panjang dalam menyalurkan pembiayaan, BI telah memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).

Kebijakan ini bersifat forward looking dan diarahkan pada sektor-sektor prioritas pemerintah.

 

Hingga minggu pertama Februari 2026, BI mencatat total insentif likuiditas yang telah diguyurkan ke perbankan mencapai Rp427,5 triliun.

“Sinergi antar otoritas dalam KSSK menjadi kunci untuk membangun optimisme bahwa ekonomi Indonesia dapat tumbuh lebih tinggi dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan,” tambah Destry.

 

BI sangat optimis, bahwa dengan ketahanan korporasi dan rumah tangga yang terjaga, intermediasi yang kuat akan menjadi motor utama pencapaian pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi.

Bagikan
Artikel Terkait
PMI-BI Triwulan I 2026 melesat ke 52,03%! Industri kertas, alas kaki, dan makanan jadi motor utama. Simak proyeksi ekonomi manufaktur RI selanjutnya.
Ekonomi

Lampu Hijau Ekonomi! Sektor Manufaktur RI Ngamuk di Awal 2026, Siap-Siap Kebanjiran Pesanan?

finnews.id – Kabar gembira buat kamu yang sedang memantau ekonomi nasional! Sektor...

Bank Indonesia catat kinerja dunia usaha Triwulan I 2026 tetap tangguh! SBT tembus 10,11%, sektor pertanian & tambang siap melesat di triwulan depan.
Ekonomi

Jangan Sampai Ketinggalan! Dunia Usaha RI 2026 Masih On Track, Sektor-Sektor Ini Bakal Cuan Gede?

finnews.id – Ekonomi Indonesia kembali menunjukkan tajinya di awal tahun ini! Bank...

Ekonomi

Katalog Promo Superindo Hari Ini 17 April 2026: Diskon Bahan Segar, Pas untuk Stok Dapur

finnews.id – Jaringan swalayan Superindo kembali memanjakan para pelanggan setianya dengan menggelar...

Ekonomi

Okupansi Hotel Turun Hingga 30%, Pengusaha Desak Pemerintah Evaluasi Kebijakan Efisiensi Anggaran

finnews.id – Industri perhotelan nasional tengah menghadapi tekanan serius. Indonesian Hotel General Manager...