Ekonom energi Rystad Jorge Leon mengatakan pengiriman bisa dilakukan dengan mengalihkan sebagian aliran melalui pipa Timur-Barat Arab Saudi dan pipa Abu Dhabi.
Pentingnya Selat Hormuz
Selat Hormuz adalah jalur air penting yang berada di antara Oman dan Iran, menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.
Badan Informasi Energi AS (EIA) menyebutnya sebagai “titik penyempitan transit minyak terpenting di dunia.”
Pada titik tersempitnya, lebar selat hanya sekitar 33 kilometer, dengan jalur pelayaran masing-masing sekitar 3 kilometer ke dua arah, sehingga lalu lintasnya padat dan berisiko.
Volume besar minyak mentah yang diproduksi negara-negara OPEC seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak dari ladang minyak di kawasan Teluk Persia, dan dikonsumsi secara global, mengalir melalui selat ini.
Sekitar 20 juta barel minyak mentah, kondensat, dan bahan bakar diperkirakan melintasi jalur tersebut setiap hari, menurut data Vortexa, konsultan pasar energi dan pengapalan.
Qatar, salah satu produsen gas alam cair atau LNG terbesar di dunia, juga sangat bergantung pada selat itu untuk mengekspor LNG-nya.