Home Ekonomi ASEAN+3 Kalahkan AS sebagai Big Market Dunia
Ekonomi

ASEAN+3 Kalahkan AS sebagai Big Market Dunia

ASEAN+3 Kalahkan AS

Bagikan
ASEAN+3 Kalahkan AS sebagai World Big Market
Bagikan

finnews.id – Kebijakan Tarif yang diberlakukan AS di tahun lalu telah menghidupkan kembali narasi yang sudah familiar.

Ekonomi Asia yang bergantung pada ekspor menghadapi ancaman eksistensial ketika konsumen AS mengurangi pengeluaran.

ASEAN+3 yang terdiri dari China, Jepang, Korea Selatan, dan ASEAN pada dasarnya tetap menjadi pabrik untuk konsumsi Barat, menjadi rentan terhadap gangguan permintaan dari negara-negara maju.

Narasi ini sudah usang.

 

Struktur ekonomi global telah bergeser sedemikian rupa sehingga analisis konvensional lambat untuk menyadarinya.

ASEAN+3 bukan lagi sekadar pabrik dunia.

Ia telah menjadi pasar terbesar di dunia (Big Market Dunia).

Di tahun 2022, kawasan ini terdata menyumbang 28 persen dari permintaan akhir global, melampaui AS yang sebesar 26 persen.

 

Sebuah ukuran yang diperoleh dari analisis nilai tambah, yang melacak tujuan akhir daripada penyeberangan perbatasan. Ini bukan sekadar keunikan statistik.

Melainkan mewakili penataan ulang mendasar tentang ke mana produksi global pada akhirnya diserap.

Dua dekade lalu, hampir sepertiga ekspor ASEAN+3 yang melayani permintaan akhir ditujukan ke AS. Dan pada tahun 2022, pangsa tersebut telah turun menjadi 20 persen, sementara permintaan intra-regional hampir mencapai 30 persen.

Semakin hari, Asia semakin banyak memproduksi untuk kebutuhan sendiri.

 

ASEAN+3 lebih berakar pada kawasan

China berada di pusat transformasi ini.

Statistik perdagangan konvensional cenderung mengaburkan pentingnya China sebagai konsumen karena sebagian besar barang yang dibeli rumah tangga China dirakit di dalam negeri dari komponen impor.

Analisis nilai tambah mengoreksi hal ini dan mengungkapkan China sebagai tujuan utama permintaan akhir. Bukan hanya tempat transit bagi barang yang menuju ke tempat lain.

 

Skala konsumsi Tiongkok menjadi pendorongnya.

  • Pertimbangkan mobil: Tiongkok kini menjadi pasar terbesar di dunia, menyumbang hampir sepertiga dari penjualan kendaraan global lebih banyak daripada gabungan AS dan Uni Eropa.
    Negara ini memimpin adopsi kendaraan listrik global, membentuk kembali rantai pasokan otomotif dari baterai hingga semikonduktor.
  • Atau ponsel pintar: Tiongkok adalah rumah bagi lebih dari seperlima pengguna di dunia, sekitar empat kali lipat pangsa AS.

Barang-barang ini menjadi contoh yang menggambarkan mengapa rantai pasokan regional telah mengalami reorientasi.

Bagikan
Artikel Terkait
Ekonomi

KEPERCAYAAN Bukan MEREK, Gejolak Pasar Indonesia saat ini

finnews.id – Dalam sistem keuangan global yang menjunjung tinggi transparansi, keandalan data,...

Ekonomi

Likuiditas Ekonomi Januari 2026 Meningkat, M2 Tembus Rp10.117,8 Triliun

finnews.id – Bank Indonesia (BI) melaporkan pada Januari 2026 likuiditas perekonomian atau...

Bank BTN
Ekonomi

Januari 2026, Laba Bersih BTN Meroket di Atas 500%

finnews.id – Mengawali tahun kuda api, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk...

EkonomiInternasional

Pemerintahan Trump Bakal Ambil Inisiatif Ilegal untuk Imigran, Perbankan jadi Alat

finnews.id – Gedung Putih sedang menjajaki langkah-langkah yang dapat mewajibkan bank untuk...