Terakhir, puasa berperan penting dalam memadamkan “api” peradangan kronis dalam darah. Riset dalam jurnal Cell menunjukkan bahwa puasa menurunkan tingkat sitokin pro-inflamasi secara signifikan. Dengan meredam peradangan ini, seseorang yang rutin berpuasa otomatis terlindungi dari risiko penyakit berat seperti gangguan jantung dan penyakit autoimun.

Kesimpulan

Puasa adalah bentuk rasa syukur nyata dengan cara merawat “rumah” pemberian Tuhan agar tetap kuat. Bukan sekadar mengejar pahala, berpuasa memberikan waktu bagi fisik untuk berbenah, beregenerasi, dan bersiap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan kondisi yang lebih bugar.