Home Lifestyle Tak Sekadar Menahan Lapar! Sains Ungkap Puasa Adalah Waktu Tubuh Lakukan ‘Renovasi’ Besar-besaran
Lifestyle

Tak Sekadar Menahan Lapar! Sains Ungkap Puasa Adalah Waktu Tubuh Lakukan ‘Renovasi’ Besar-besaran

Bagikan
Manfaat Puasa bagi Kesehatan Sel
Puasa bukan sekadar menahan lapar. Simak penjelasan sains terbaru tahun 2025 mengenai proses renovasi sel, peremajaan otak, hingga detoks alami saat berpuasa.Foto:Ilustrasi/Unsplash@MasjidPogungDalangan
Bagikan

finnews.id – Banyak orang mengira puasa hanyalah ritual memindahkan jam makan atau sekadar ajang melatih kesabaran. Namun, kacamata sains melihat fenomena yang jauh lebih menakjubkan. Saat perut kosong, tubuh manusia sebenarnya sedang bekerja keras melakukan pembersihan besar-besaran di tingkat sel.

Ibarat sebuah rumah, tubuh yang terus-menerus dijejali makanan tanpa henti akan menumpuk sampah dan kotoran. Puasa hadir sebagai momen emas bagi tubuh untuk berhenti sejenak dari proses pencernaan yang melelahkan dan mulai melakukan renovasi total.

Mekanisme ‘Daur Ulang’ Sel Terkecil

Merujuk pada riset terbaru dalam Nature Reviews Molecular Cell Biology (2025), puasa memicu mekanisme pembersihan yang disebut autofagi. Dalam proses ini, sel-sel tubuh secara cerdas menghancurkan dan mendaur ulang protein rusak serta komponen sel tua yang sudah tidak berfungsi.

Langkah ini sangat krusial. Penumpukan sampah seluler sering kali menjadi akar dari berbagai penyakit saraf dan penurunan fungsi tubuh di masa tua. Dengan berpuasa, kita secara aktif membantu tubuh membuang “limbah” penyebab penyakit tersebut.

Peremajaan ‘Pabrik Energi’ dan Otak

Tak hanya membuang sampah, puasa juga meremajakan mitokondria, sang pabrik energi di dalam sel. Jurnal Cell Metabolism menyebutkan bahwa puasa merangsang pembentukan mitokondria baru yang lebih efisien. Hasilnya, tubuh terasa lebih bertenaga secara konsisten dan lebih tangguh melawan stres penyebab penuaan dini.

Manfaat luar biasa juga menyasar organ vital, yakni otak. Jurnal Nature Reviews Neuroscience memaparkan bahwa puasa merangsang produksi zat BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor). Zat ini berfungsi seperti “pupuk alami” bagi otak yang mendukung pertumbuhan sel saraf baru, memperkuat daya ingat, serta meningkatkan ketahanan mental terhadap tekanan.

Penjaga Gula Darah dan Anti-Peradangan

Bagi kesehatan metabolisme, puasa membantu sel tubuh menjadi lebih sensitif terhadap insulin. The New England Journal of Medicine mengungkapkan bahwa sensitivitas yang meningkat ini membuat penyerapan glukosa lebih efisien. Dampaknya, beban kerja pankreas berkurang dan risiko diabetes dapat kita minimalisir sejak dini.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Tren Iftar Hiking Ramadan 2026
Lifestyle

Bukan di Mal, Warga Arab Kini Tren Buka Puasa di Puncak Gunung: Pesona Iftar Hiking Ramadan 2026

Finnews.id – Ramadan 2026 membawa warna baru yang berbeda dari dekade sebelumnya....

Lifestyle

5 Tahap untuk Membuat Wanita Takluk Secepat Kilat

finnews.id – Cara Menangkan Hati Wanita Secepat Kilat Sangat penting untuk menekankan...

Lifestyle

Tips dan Manfaat Puasa: Spiritual, Fisik, dan Psikologis untuk Kesehatan Tubuh dan Jiwa

finnews.id – Puasa Lancar dengan Pencernaan Sehat Puasa adalah praktik yang telah...

Lifestyle

Bingung War Takjil di mana? Nih, Rekomendasi Spot Berburu Takjil di Jakarta Barat

finnews.id – 4 Rekomendasi Tempat Berburu Takjil di Jakarta Barat, Cocok untuk...