finnews.id – Beberapa jam setelah gembong narkoba Meksiko, Nemesio Oseguera atau lebih dikenal dengan El Mencho tewas dalam penggerebekan militer pada Minggu, 22 Februari 2026.
Dalam sekejap kelompok orang bersenjata yang diduga pendukungnya memblokir jalan raya di beberapa negara bagian dan membakar mobil serta bisnis.
Wisatawan dan penduduk setempat di beberapa kota diminta untuk tetap berada di dalam ruangan, sementara para pengemudi truk disarankan untuk mengambil rute yang aman atau kembali ke depo mereka hingga kekerasan mereda.
Beberapa maskapai penerbangan, termasuk Air Canada, United Airlines, dan Aeromexico, pada hari Minggu membatalkan penerbangan ke Puerto Vallarta, sebuah kota resor tepi pantai tempat para turis yang terkejut merekam kepulan asap yang membumbung ke langit akibat kebakaran.
Ledakan kekerasan di lebih di setengah lusin negara bagian melukiskan pemandangan yang familiar bagi warga Meksiko yang telah menghabiskan dua dekade menyaksikan pemerintah berturut-turut melancarkan perang terhadap kartel narkoba, menghancurkan sebagian besar wilayah negara itu.
Seorang anggota Kartel Generasi Baru Jalisco pimpinan Oseguera mengatakan kepada Media bahwa kebakaran dan tembakan sporadis dilakukan sebagai balas dendam atas pembunuhan Oseguera oleh pemerintah, dan memperingatkan akan adanya pertumpahan darah lebih lanjut karena kelompok-kelompok lain bergerak untuk mengambil alih kendali kartelnya.
“Serangan-serangan itu dilakukan sebagai balas dendam atas kematian pemimpin tersebut, awalnya terhadap pemerintah dan karena ketidakpuasan. Namun nanti akan terjadi pembunuhan internal, yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang bergerak untuk mengambil alih,” kata seorang narasumber yang meminta namanya untuk tidak disertakan.
Lima Jam perjalanandari operasi militer di Kota Tapalpa di pesisir Pasifik Meksiko, tempat di mana pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco yang cukup berpengaruh tewas, justru menjadi tempat bagi pengunjung pantai di dermaga Puerto Vallarta mengabadikan momen.