Home Ekonomi Shell Tinggalkan Bisnis SPBU, Pengangguran Indonesia Bertambah?
Ekonomi

Shell Tinggalkan Bisnis SPBU, Pengangguran Indonesia Bertambah?

Shell lepas SPBU

Bagikan
Bagikan

finnews.idShell Lepas Kepemilikan Bisnis SPBU di Indonesia: Proses Transisi Dimulai Tahun 2026

Perusahaan energi global Shell resmi mengumumkan rencana untuk melepaskan seluruh kepemilikan bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia kepada konsorsium lokal yang dipimpin oleh perusahaan energi nasional Pertamina dan grup usaha swasta. Pengumuman ini dibuat pada Senin (16/2/2026) melalui siaran pers resmi kantor pusat Shell di Belanda.

Latar Belakang dan Skala Transaksi

Rencana divestasi ini merupakan bagian dari strategi global Shell untuk menyederhanakan portofolio bisnis dan fokus pada transisi energi menuju sumber daya bersih. Di Indonesia, Shell memiliki lebih dari 450 SPBU yang tersebar di 25 provinsi, dengan jaringan yang telah beroperasi selama lebih dari 80 tahun.

Menurut sumber yang tidak ingin disebutkan, nilai transaksi diperkirakan mencapai sekitar USD 350 juta hingga USD 400 juta, dengan proses due diligence yang telah dimulai pada akhir tahun 2025. Penandatanganan perjanjian akhir dijadwalkan pada kuartal kedua tahun 2026, dan proses transfer kepemilikan diharapkan selesai menjelang akhir tahun yang sama.

Kondisi Bisnis dan Rencana Transisi

Bisnis SPBU Shell Indonesia menyumbang sekitar 12% dari total penjualan bahan bakar minyak di pasar ritel nasional, dengan produk unggulan seperti Shell V-Power dan Shell Super. Dalam pernyataannya, Presiden Direktur Shell Indonesia, Fransiska Widyasari, menjelaskan bahwa proses transisi akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan kelangsungan layanan bagi pelanggan dan keamanan pekerjaan bagi lebih dari 2.300 karyawan serta mitra usaha yang terlibat.

Konsorsium pembeli telah menyatakan komitmen untuk mempertahankan standar layanan yang ada dan akan mengevaluasi integrasi merek serta produk dalam jangka menengah. Selain itu, pihak pembeli juga berencana untuk mengubah sebagian SPBU menjadi stasiun pengisian energi listrik (SPKLU) dan stasiun pengisian gas kompresi (SPG) guna mendukung program pemerintah dalam percepatan transisi energi nasional.

Bagikan
Artikel Terkait
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar 3,08 persen ke level 6.396 pada penutupan perdagangan sesi I hari Selasa
Ekonomi

Tak Baik-baik saja, IHSG Jebol 3 Persen, Apa Penyebabnya?

Finnews.id – EKONOMI  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam sebesar...

Rupiah menjadi mata uang paling lemah karena adanya tekanan ganda yang datang dari kenaikan harga minyak serta kondisi domestik
Ekonomi

Rupiah Lemas Hari ini, Obligasi Ikut Gerah

Finnews.id – EKONOMI  Rupiah kembali jatuh ke level terendah di sepanjang sejarah...

Menko Pangan jelaskan bahwa stabilitas harga pangan adalah prioritas utama. Dengan ini, pemerintah menyerap selisih harga pasar internasional
EkonomiNews

Kabar Gembira buat Emak-Emak! Pemerintah Pasang Badan Subsidi Harga Pangan Impor yang Kian Melejit!

Finnews.id – NEWS  Di tengah perekonomian global yang berdampak pada penurunan harga...

PMI-BI Triwulan I 2026 melesat ke 52,03%! Industri kertas, alas kaki, dan makanan jadi motor utama. Simak proyeksi ekonomi manufaktur RI selanjutnya.
Ekonomi

Lampu Hijau Ekonomi! Sektor Manufaktur RI Ngamuk di Awal 2026, Siap-Siap Kebanjiran Pesanan?

finnews.id – Kabar gembira buat kamu yang sedang memantau ekonomi nasional! Sektor...