Hari berikutnya, PLB mengkonfirmasi pengunduran diri Lim dan Tan, serta menghapus nama keduanya dari situs web perusahaan. Adrian Lim, co-founder PLB, kemudian melanjutkan peran sebagai pimpinan utama, dan Marc Chan ditunjuk sebagai CEO sementara.

Selanjutnya, pada 29 Januari 2026, KW Singapore mengumumkan bahwa Lim telah “mundur dari tugasnya” sebagai kepala operasional, sedangkan Tan juga tidak lagi menjabat sebagai Direktur Pertumbuhan. Jonathan Lee, mantan Direktur Wilayah KW Malaysia, ditunjuk untuk memimpin perusahaan secara sementara guna memastikan stabilitas operasional.

Dampak dan Respons Masyarakat

Skandal ini tidak hanya mempengaruhi reputasi pribadi Lim dan Tan, tetapi juga memberikan dampak pada kedua perusahaan yang mereka pimpin. Di media sosial, akun Instagram keduanya diatur menjadi privat, dan warganet memberikan berbagai tanggapan, mulai dari kritik hingga kekesalan. Beberapa laporan juga menyebutkan adanya tuduhan favoritisme dan masalah promosi di PLB berdasarkan ulasan staf di Glassdoor, yang semakin memperparah citra perusahaan.

KW Singapore menyatakan bahwa perusahaan itu terpisah dari PLB dan akan memprioritaskan peningkatan kerangka kepatuhan, proses tata pamong, dan inisiatif pelatihan untuk memastikan kelangsungan bisnis. Sementara itu, PLB juga berusaha memelihara stabilitas dan fokus pada layanan kepada klien.

Skandal ini menjadi contoh bagaimana masalah pribadi pejabat tinggi dapat berdampak signifikan pada reputasi perusahaan dan kepercayaan publik. Sampai saat ini, tidak ada laporan hukum yang diajukan terkait kasus ini, dan kedua pihak juga belum memberikan keterangan lebih lanjut selain pernyataan awal mereka.