1. Gangguan Sistem Pernapasan
Zat seperti opioid, obat penenang, dan alkohol dapat menekan pusat pernapasan di otak. Ketika pernapasan melambat atau berhenti, kadar oksigen dalam darah menurun drastis. Kekurangan oksigen (hipoksia) dapat menyebabkan jantung kehilangan kemampuan untuk berdetak secara normal hingga akhirnya berhenti.
2. Keracunan Langsung pada Jantung
Beberapa zat, seperti stimulan (sabu, kokain) atau obat tertentu, bersifat toksik terhadap otot jantung. Zat-zat ini dapat menyebabkan gangguan irama jantung (aritmia) yang berbahaya dan berujung pada henti jantung mendadak.
3. Gangguan Keseimbangan Elektrolit
Overdosis dapat memicu muntah hebat, diare, atau gangguan metabolisme yang menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit seperti kalium dan natrium. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap kerja listrik jantung dan dapat memicu henti jantung.
4. Kombinasi Beberapa Zat
Penggunaan beberapa zat secara bersamaan, misalnya obat penenang dengan alkohol, sangat meningkatkan risiko henti jantung. Kombinasi ini memperkuat efek depresan terhadap sistem saraf dan pernapasan, sehingga dampaknya jauh lebih mematikan.
Faktor Risiko yang Meningkatkan Kematian Akibat Overdosis
Beberapa faktor yang memperbesar kemungkinan overdosis berujung pada henti jantung dan kematian antara lain:
- Riwayat penyakit jantung atau gangguan pernapasan
- Penggunaan zat dalam dosis tinggi atau tanpa pengawasan medis
- Toleransi tubuh yang menurun setelah lama tidak menggunakan zat tertentu
- Keterlambatan penanganan medis
- Kurangnya pengetahuan tentang dosis aman dan efek samping obat
Tanda-Tanda Overdosis yang Mengancam Jiwa
Penting untuk mengenali gejala overdosis yang dapat berkembang menjadi henti jantung, antara lain:
- Napas sangat lambat atau berhenti
- Kehilangan kesadaran
- Denyut nadi lemah atau tidak teraba
- Bibir dan ujung jari membiru
- Kejang atau kolaps mendadak
Jika tanda-tanda tersebut muncul, pertolongan medis darurat harus segera dilakukan.
Pencegahan dan Penanganan Dini