“BTN Expo 2026 terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi secara gratis oleh seluruh masyarakat untuk bisa menikmati konser musik, sambil berbelanja, kulineran, sekaligus melihat berbagai pilihan hunian impian,” imbuhnya.
Awarding BTN Housingpreneur
Pada acara puncak, lanjut Ramon, akan ada Awarding BTN Housingpreneur di 31 Januari 2026. BTN Housingpreneur yang diikuti oleh 1.171 peserta berhasil menyaring 60 peserta paling inovatif untuk lolos ke tahap Grand Judging yang digelar pada 26 Januari 2026. Adapun kategori yang dilombakan meliputi Rumah Nusantara, House Design, House Related Innovation, House Value Chain Innovation, House Technology Innovation, Affordable House Development, serta Commercial Residential.
Ramon menjelaskan, proses seleksi berlangsung ketat. Kualitas ide yang disampaikan peserta semakin matang. Sehingga membuat suasana penjurian semakin kompetitif.
“Banyak gagasan yang tidak hanya kreatif, tetapi juga realistis untuk menjawab tantangan di sektor perumahan. Karena itu, penjurian dilakukan secara cermat dan objektif,” paparnya.
Dalam ajang ini, dewan juri dibagi ke dalam dua kategori. Juri Design and Architecture terdiri atas Imelda Akmal (Chief Editor Archinesia), Wiza Hidayat (CEO Arkadia Group), Osrithalita Gabriela (Managing Partner Ago Architect), serta I Putu Aditya Widiatama (Stakeholder Relation Department Head).
Sementara itu, juri Housing Innovation diisi oleh I Putu Gede Rahman Desyanta (CEO Baliola), Ryan Maurice Talullah (Founder & CVO Bardi Smart Home), Agus Windharto (Associate Professor Departemen Desain Produk Industri ITS sekaligus Managing Director Design Center ITS), serta Royansyah Putra Ginting (SME Credit Program Department Head BTN).
Chief Editor Archinesia Imelda Akmal mengatakan, komposisi juri yang terdiri atas arsitek, pakar green building, dan perwakilan dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sangat ideal untuk menilai desain hunian secara komprehensif.
“Penilaian tidak hanya dilakukan dari sudut pandang desain dan arsitektur semata. Tetapi juga mencakup kelayakan produksi, kelayakan bisnis, serta kelayakan pembiayaannya,” ungkap Imelda.