“Kita masih mengharapkan yang terbaik untuk Olen, tapi kami percaya sebagai orang beriman apa yang Tuhan buat itu baik adanya,” kata dia.
Berdasarkan data manifes, pesawat ATR 42-500, selain Olen, dalam pesawat itu terdapat pilot Captain Andi Dahanto dan kopilot Farhan Gunawan. Selain itu ada Flight Operation Officer (FOO), Hariadi dan 2 orang Engineer on Board (EOB) atau teknisi bernama Resti Ad dan Dwi Murdiono, serta pramugari Esther Aprilita.
Sementara tiga penumpang masing-masing bernama Deden, Ferry dan Yoga. Ketiga penumpang merupakan pegawai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Tim SAR kemudian menemukan satu korban pria yang belum diketahui identitasnya di kawasan Gunung Bulusaraung pada kemarin sekitar pukul 14.20 Wita. Korban ditemukan di sekitar jurang dengan kedalaman kurang lebih 200 meter.
“Di kedalaman jurang sekitar kurang lebih 200 meter dan berada di sekitar serpihan pesawat,” ujar Kepala Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar.
Proses evakuasi masih tertunda lantaran cuaca buruk dan medan ekstrem. Tim SAR akan melanjutkan upaya evakuasi jenazah korban pada hari ini.
Perkembangan terbaru
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengatakan temuan ini menambah jumlah korban yang berhasil ditemukan sejak operasi pencarian dilakukan.
“Kemarin kita sudah menemukan satu korban. Kemudian hari ini juga telah ditemukan satu korban,” ujar Mohammad Syafii kepada wartawan di Kota Makassar, Senin (19/01).
Menurut Syafii, lokasi korban kedua tidak jauh dari posisi korban pertama. Namun, medan tempat korban ditemukan jauh lebih ekstrem karena berada di jurang yang sangat dalam.
“Kedalaman korban diperkirakan ada di 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung,” katanya.
Terkait identitas korban, Basarnas menyebutkan informasi awal mengenai jenis kelamin korban masih simpang siur dan belum dapat dipastikan. Syafii menjelaskan bahwa proses identifikasi akan dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan.