“Hahaha … tidak tahu. Mungkin saya paling terkenal karena aktif di medsos. Juga karena sering menulis artikel,” jawabnya.
“Kapan terakhir ke Iran?”
“Setelah Covid. Tahun 2023”.
“Kapan ke Iran lagi?”
“Pertengahan bulan depan. Kalau jadi,” katanya.
“Tidak takut keadaan yang sedang panas?”
“Pertengahan Februari mungkin sudah reda”.
“Bukan justru lebih panas?”
“Amerika tidak akan menyerang Iran”.
“Kok begitu yakin?”
“Sekutu-sekutu Amerika sendiri kan sudah minta jangan menyerang Iran. Misalnya Arab Saudi, Qatar, sampai Oman”.
Maksudnya: mereka khawatir serangan ke Iran akan membuat timur tengah dalam keadaan perang. Negara-negara itu akan terimbas langsung.
“Bukankah ekonomi Iran memburuk dan mata uangnya hancur?”
“Hancur itu kan kalau pakai dolar. Di sana tidak pakai dolar,” ujar Muhsin.
“Tiga bulan lalu saya ke Lebanon. Hisbullah sudah sangat lemah di sana”.
“Dukungan untuk Iran yang terbesar sekarang ini justru datang dari Iraq,” jawabnya. “Membahas Iran tidak bisa pakai ukuran hegemoni global. Dalam politik internasional Iran itu anomali,” katanya.
“Kalau Anda ke Iran lagi saya boleh ikut?”
“Terbalik,” jawabnya. “Pak Dahlan yang ke Iran dan saya yang ikut“. (Dahlan Iskan)