“Kami membuat tanggul dengan harapan jika terjadi erupsi susulan, aliran lahar tidak meluber ke permukiman warga Desa Supiturang,” ujar Peltu Suwandi, personel Penerangan Korem Baladhika Jaya.
Viralnya kisah Gimah menjadi pengingat bahwa di balik angka, peta rawan bencana, dan proyek mitigasi, ada cerita manusiawi warga yang setiap hari hidup dalam ketidakpastian. Curhat sederhana itu bukan sekadar lelucon, melainkan ungkapan harapan agar esok hari bisa dijalani dengan rasa aman.
Link Video Viral Warga Minta Gunung Semeru Dipindah