Home Internasional Rusia Tunggu Tanggapan AS Soal Berakhirnya Perjanjian Nuklir
Internasional

Rusia Tunggu Tanggapan AS Soal Berakhirnya Perjanjian Nuklir

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Rusia masih menunggu tanggapan Amerika Serikat (AS) atas usulan Presiden Vladimir Putin untuk memperpanjang secara informal ketentuan perjanjian senjata nuklir terakhir yang tersisa antara kedua negara selama satu tahun.

Pernyataan itu dikeluarkan Kremlin, Kamis, 15 Januari 2026. Perjanjian New START akan berakhir dalam tiga pekan, dan Presiden Donald Trump belum secara resmi menanggapi tawaran yang diajukan Putin September lalu.

“Tidak, kami belum menerima tanggapan. Kami tentu saja menunggu tanggapan atas inisiatif Putin; kami menganggap ini sebagai topik yang sangat penting,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan.

New START, yang ditandatangani oleh presiden Barack Obama dan Dmitry Medvedev pada tahun 2010, menetapkan batasan pada senjata strategis yang akan digunakan masing-masing pihak untuk menargetkan pusat politik dan militer penting pihak lain jika terjadi perang nuklir.

Perjanjian ini membatasi jumlah hulu ledak strategis yang dikerahkan pada 1.550 unit di setiap pihak, dengan tidak lebih dari 700 rudal yang diluncurkan dari darat atau kapal selam dan pesawat pembom untuk mengirimkannya.

Ini adalah perjanjian terakhir dalam serangkaian perjanjian yang dimulai sejak awal tahun 1970-an yang memungkinkan Moskow dan Washington untuk mempertahankan keseimbangan nuklir yang stabil bahkan pada saat ketegangan internasional yang akut.

Trump Terkesan Tak Tertarik Memperpanjang Perjanjian Nuklir

Di awal tahun, Trump mengatakan kepada New York Times, bahwa “jika perjanjian ini berakhir, maka berakhirlah”. Trup menegaskan, ia ingin menggantinya dengan perjanjian yang lebih ambisius yang mencakup Tiongkok.

Tiongkok, yang persenjataannya berkembang pesat tetapi masih jauh lebih kecil daripada persenjataan Moskow atau Washington, mengatakan bahwa tidak masuk akal dan tidak realistis untuk meminta mereka bergabung dalam pembicaraan perlucutan senjata tiga pihak.

Ditanya tentang komentar Trump mengenai perjanjian pengganti, Peskov mengatakan bahwa ini akan baik untuk semua orang tetapi akan melibatkan “proses yang sangat kompleks dan berlarut-larut”.

“Mengenai teman-teman Tiongkok kami, posisi mereka sudah diketahui dengan baik, dan kami menghormatinya,” kata Peskov.

Peskov menegaskan kembali posisi Rusia bahwa setiap diskusi tentang stabilitas dan keamanan strategis harus mempertimbangkan persenjataan nuklir Inggris dan Prancis.

 

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Pilot Lufthansa Mogok Kerja, Seribu Lebih Penerbangan di Jerman Batal

finnews.id – Rencana perjalanan puluhan ribu orang di Jerman berantakan pekan ini....

Internasional

Ekonomi China Tumbuh 5 Persen di Kuartal I 2026, Tapi Perang Iran Bayangi Target Pertumbuhan

finnews.id – Ekonomi China menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang cukup menjanjikan di awal...

Internasional

Setelah 34 Tahun, Israel dan Lebanon Akan Gelar Dialog Langsung!

finnews.id – Pemimpin Israel dan Lebanon kabarnya akan segera melakukan pembicaraan langsung...

Internasional

Kapal Tanker Iran Sukes Tembus Selat Hormuz, Blokade Militer AS Sisakan Celah!

finnews.id – Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa AS terus melakukan blokade...