finnews.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, AS siap mengambil “tindakan yang sangat keras” jika laporan yang menyebut Iran berencana untuk mengeksekusi para demonstran terbukti akurat.
“Saya belum mendengar tentang penggantungan itu. Jika mereka menggantungnya, Anda akan melihat beberapa hal. Kami akan mengambil tindakan yang sangat keras jika mereka melakukan hal seperti itu,” kata Trump dalam sebuah wawancara dengan CBS News, Selasa, 13 Januari 2026.
Ketika ditanya tentang “tujuan akhirnya” untuk Iran, Trump menjawab: “Tujuan akhirnya adalah untuk menang. Saya suka menang.”
Komentar Trump muncul setelah ia ditanya tentang pernyataan yang ia posting sebelumnya di perusahaan media sosialnya, Truth Social, yang mengatakan, “Bantuan sedang dalam perjalanan.”
“Yah, ada banyak bantuan yang sedang dalam perjalanan, dan dalam berbagai bentuk, termasuk bantuan ekonomi. Kami telah melumpuhkan kemampuan nuklir Iran,” katanya, merujuk pada serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu.
Menyoroti kurangnya validitas angka korban yang jelas dari protes yang sedang berlangsung di Iran, ia berkata: “Tidak ada yang mampu memberi kita angka akurat tentang berapa banyak orang yang telah mereka bunuh.”
“Anda tahu, jika mereka ingin melakukan protes, itu satu hal. Tetapi, ketika mereka mulai membunuh ribuan orang, dan sekarang Anda memberi tahu saya tentang hukuman gantung, kita akan lihat bagaimana hasilnya bagi mereka. Itu tidak akan berakhir baik,” katanya.
Warga AS Diminta Segera Meninggalkan Iran
Mengutip organisasi non-pemerintah Iran yang berbasis di AS dan Norwegia, stasiun televisi AS Fox News melaporkan pada hari Senin bahwa keluarga pengunjuk rasa yang ditangkap, Erfan Soltani, diberitahu bahwa pria berusia 26 tahun itu “dijatuhi hukuman mati” dan putusan tersebut akan dilaksanakan pada hari Rabu.
Kedutaan Besar AS untuk Iran secara virtual memperingatkan warga Amerika untuk segera meninggalkan negara itu, karena kerusuhan nasional terus meningkat.
“Warga negara AS harus meninggalkan Iran sekarang juga. Pertimbangkan untuk berangkat melalui jalur darat ke Turki atau Armenia, jika aman untuk melakukannya,” demikian bunyi peringatan keamanan tersebut.
Kedutaan AS juga mendesak warga Amerika untuk merencanakan keberangkatan tanpa bantuan dari pemerintah mereka.
Warga negara ganda AS-Iran harus meninggalkan Iran dengan paspor Iran, kata peringatan itu. Ditambahkan pula, bahwa pemerintah Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan akan memperlakukan warga negara ganda hanya sebagai warga negara Iran.
“Menunjukkan paspor AS atau menunjukkan hubungan dengan Amerika Serikat dapat menjadi alasan yang cukup bagi pihak berwenang Iran untuk menahan seseorang,” kata peringatan itu.