Home Internasional Gejolak di Caracas: Mahkamah Agung Tunjuk Delcy Rodríguez Jadi Presiden Interim Venezuela
Internasional

Gejolak di Caracas: Mahkamah Agung Tunjuk Delcy Rodríguez Jadi Presiden Interim Venezuela

Bagikan
Delcy Rodríguez Presiden Interim Venezuela
Pasca penangkapan Nicolás Maduro, Mahkamah Agung Venezuela menunjuk Delcy Rodríguez sebagai Presiden Interim. Donald Trump beri sinyal kerja sama dengan tangan kanan Maduro tersebut.Foto:Wikipedia
Bagikan

Finnews.id – Situasi politik di Venezuela berada dalam titik nadir ketidakpastian setelah militer Amerika Serikat menangkap Nicolás Maduro. Di tengah kekosongan kekuasaan, Mahkamah Agung Venezuela secara resmi memerintahkan Wakil Presiden Delcy Rodríguez untuk mengemban jabatan sebagai Presiden Interim.

Penunjukan Rodríguez memicu tanda tanya besar setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan pernyataan mengejutkan. Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat akan mengelola Venezuela untuk sementara waktu dan mengisyaratkan koordinasi dengan Rodríguez.

“Dia (Rodríguez) pada dasarnya bersedia melakukan apa yang kami anggap perlu untuk membuat Venezuela hebat kembali,” ujar Trump kepada wartawan di Mar-a-Lago, Minggu (4/1/2026).

Trump Tolak Pemimpin Oposisi
Dalam langkah yang mengejutkan banyak pihak, Trump secara terang-terangan menepis kemungkinan pemimpin oposisi dan peraih Nobel Perdamaian, Maria Corina Machado, untuk memimpin negara tersebut. Trump menilai Machado tidak memiliki dukungan yang cukup di dalam negeri untuk menjalankan pemerintahan.

Padahal sebelumnya, Machado telah mendesak sekutunya, Edmundo González—yang diklaim memenangi pemilu 2024—untuk segera mengambil mandat konstitusional. “Dia (Machado) tidak memiliki dukungan atau rasa hormat di dalam negeri,” tegas Trump, sebuah pernyataan yang mendinginkan harapan transisi demokrasi cepat melalui kubu oposisi.

Ketegangan di Internal Rezim
Meski Trump mengklaim adanya komunikasi positif, Delcy Rodríguez justru menunjukkan sikap kontradiktif di depan publik. Dalam pidatonya di televisi nasional sebelum keputusan pengadilan keluar, ia mengecam operasi militer AS sebagai pelanggaran piagam PBB dan menuntut pembebasan Maduro.

“Hanya ada satu presiden di negara ini, dan namanya adalah Nicolás Maduro,” tegas Rodríguez yang saat itu didampingi oleh para petinggi militer.

Menteri Pertahanan, Jenderal Vladimir Padrino López, dan Menteri Dalam Negeri, Diosdado Cabello, juga menyuarakan nada pembangkangan. Cabello bahkan mendesak warga untuk turun ke jalan dan menyebut pihak AS sebagai “tikus” yang akan menyesali perbuatannya.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Hamas bantah tudingan Amnesty International soal kejahatan terhadap kemanusiaan.
Internasional

Hamas Akhirnya Menyerah, Serahkan Senjata ke AS dan Mau Jadi Partai Politik

finnews.id – Amerika Serikat dan kelompok Palestina Hamas dilaporkan tengah berada di...

InternasionalNews

Greenland Global Tension: World War III on the Horizon

finnews.id – In the unfolding geopolitical chessboard of the 2020s, Greenland has...

InternasionalNews

Ketegangan Memuncak di Timur Tengah: Sumpah Trump terhadap Iran

finnews.id – Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah...

Internasional

Laporan Media Iran: 3.117 Orang Tewas dalam Aksi Protes!

finnews.id – Media resmi Iran melaporkan 3.117 orang tewas selama aksi protes...