Home News Prabowo Siapkan 10% Saham Freeport untuk Papua, Begini Skemanya
News

Prabowo Siapkan 10% Saham Freeport untuk Papua, Begini Skemanya

Bagikan
Prabowo Siapkan 10% Saham Freeport untuk Papua, Begini Skemanya
Prabowo Siapkan 10% Saham Freeport untuk Papua, Begini Skemanya
Bagikan

Finnews.id – Presiden Prabowo Subianto membuka wacana strategis terkait pembagian 10 persen saham PT Freeport Indonesia untuk masyarakat Papua.

Rencana ini dibahas langsung bersama Komite Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP-OKP) serta enam gubernur dari wilayah Papua dalam pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Selasa 16 Desember 2025.

Langkah tersebut dinilai sebagai upaya konkret pemerintah pusat untuk memperkuat keadilan ekonomi dan memperluas manfaat sumber daya alam bagi orang asli Papua.

Ketua KEPP-OKP Velix Wanggai menjelaskan bahwa Presiden memberikan arahan khusus agar pembahasan divestasi saham Freeport dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan pemerintah daerah Papua.

“Presiden meminta kami membahas skema divestasi Freeport, khususnya porsi 10 persen yang menjadi hak masyarakat asli Papua. Ini akan dibicarakan bersama para gubernur di tanah Papua dan masih dalam kerangka perencanaan anggaran,” ujar Velix.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, yang akan menjadi pengambil kebijakan lanjutan terkait regulasi dan teknis pelaksanaan.

PT Papua Divestasi Mandiri Jadi Wadah Saham Freeport

Rencana pelepasan saham Freeport akan dijalankan melalui badan usaha milik daerah, yakni PT Papua Divestasi Mandiri, yang dibentuk oleh pemerintah provinsi Papua.

Velix menyampaikan langkah awal yang akan dilakukan adalah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan tersebut.

“Setelah kembali ke daerah, kami akan segera menggelar RUPS Papua Divestasi. Hasilnya nanti dilaporkan kepada Mendagri dan Menteri ESDM,” jelasnya.

Skema ini diharapkan menjadi pintu masuk kepemilikan ekonomi jangka panjang bagi masyarakat Papua terhadap salah satu tambang terbesar di dunia.

Selain isu divestasi Freeport, Velix mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo juga menyampaikan lima agenda besar pembangunan Papua yang harus menjadi prioritas pemerintah pusat dan daerah.

Agenda pertama adalah pemetaan program strategis dalam rencana induk pembangunan Papua agar kebijakan berjalan terukur dan berkelanjutan.

Tambahan Dana Otsus dan Tata Kelola Ketat

Arahan kedua menyangkut peningkatan anggaran Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang disebut akan diperkuat hingga Rp12 triliun.

Bagikan
Artikel Terkait
News

Belum Selesai, Black Box ATR 42-500 Masih Dalam Pencarian

finnews.id – Tragedi kecelakaan pesawat IAT, ATR 42-500 di Sulawesi Selatan meninggalkan...

News

Banjir Bekasi Telan Nyawa Satu Orang Remaja Laki-laki

finnews.id – Musibah memilukan terjadi di Kabupaten Bekasi ketika seorang remaja laki-laki...

Penetapan status hukum Wali Kota Madiun Maidi
News

KPK Naikkan Kasus OTT Wali Kota Madiun ke Penyidikan, Status Hukum Maidi Segera Diumumkan

Finnews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat memproses hasil Operasi Tangkap...

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Januari 2026
News

Waspada! BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, NTT Berstatus Awas

Finnews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan serius terkait...