Home Lifestyle Kapan Waktu yang Paling Tepat untuk Resign? Ini Beberapa Pertimbangannya
Lifestyle

Kapan Waktu yang Paling Tepat untuk Resign? Ini Beberapa Pertimbangannya

Bagikan
Resign, Image Mohamed _Hassan / Pixabay
Bagikan

Kesimpulan

Menemukan waktu tepat resign adalah perpaduan antara seni dan sains. Aspek sains terletak pada analisis data konkret: menghitung dana darurat, mengevaluasi siklus bonus perusahaan, dan menganalisis kondisi pasar kerja.

Sementara aspek seni adalah mendengarkan sinyal internal—kesehatan mental dan kejenuhan profesional—yang, sebagaimana dibuktikan oleh ilmu psikologi dan kedokteran, merupakan indikator fundamental dari kesejahteraan manusia.

Keputusan pengunduran diri yang strategis adalah hasil dari sintesis antara rasionalitas finansial (aman dari Loss Aversion) dan kesadaran psikologis (menghindari burnout kronis).

Ketika sinyal internal dan eksternal selaras, dan kamu telah melakukan persiapan yang memadai, itulah momen yang paling optimal dan paling bertanggung jawab bagi kamu untuk memulai babak karier yang baru.

Referensi

  • Thinking, Fast and Slow (Daniel Kahneman)

  • The Hidden Cost of Stress: Effects on Cardiovascular, Metabolic, and Endocrine Systems (Studi di Occupational Health Psychology)

  • The Psychology of Money: Timeless Lessons on Wealth, Greed, and Happiness (Morgan Housel)

Referensi

Bagikan
Artikel Terkait
EntertainmentLifestyle

Viral Kota Belanda di PIK, Serasa Liburan ke Eropa Tanpa Paspor!

Namun demikian, tak bisa dimungkiri bahwa Kota Belanda di PIK telah menjadi...

Lifestyle

Tak Suka Ulang Tahun, Pertanda Pribadi Kuat atau Luka Batin?

Penting untuk dipahami bahwa tidak menyukai ulang tahun bukan tanda kepribadian dingin,...

Lifestyle

Terungkap! Kaitan Overdosis dan Henti Jantung yang Diduga Picu Kematian Lula Lahfah

Upaya pencegahan overdosis meliputi penggunaan obat sesuai resep, menghindari pencampuran zat berbahaya,...

Lifestyle

Benarkah Melihat Hantu Bisa Membawa Sial? Ini Fakta yang Jarang Dibahas

Kepercayaan ini lebih tepat disebut sebagai mitos yang hidup dalam budaya, bukan...