Catatan Dahlan Iskan

Setelah Hujan

Bagikan
Bagikan

Meski sudah dua hari tidak lagi hujan masih banyak daerah di kabupaten Bener Meriah yang masih terisolasi. Sangat sulit menyalurkan bantuan ke kantong-kantong isolasi itu.

Di Sumatera Utara, ketika jalan masih becek akibat banjir yang baru saja surut, truk-truk sudah berani mengangkut kayu hasil tebangan. Berarti seminggu lagi para penebang sudah lebih berani. Apalagi sebulan kemudian –dan hari-hari setelah itu.

Saya tidak tahu di mana bencana yang paling parah: Sumbar, Sumut atau Aceh. Dari jumlah korban Sumut 293 jiwa, Sumbar 165 jiwa dan Aceh 173 jiwa. Jumlah meninggal dunia 631 jiwa.

Maka wajar kalau kemarahan publik sangat luas. Bukan hanya di Sumatra, juga di Jawa. Apalagi ketika melihat parahnya kerusakan dan banyaknya penderitaan. Misalnya terlihat di video bagaimana rumah hanyut dalam keadaan hanya terlihat atapnya. Juga satu kampung yang tergerus serentak bersama longsoran tanah.

Kelihatannya tidak hanya manusia yang marah pada manusia. Alam pun marah pada manusia serakah.(Dahlan Iskan)

Bagikan
Artikel Terkait
Potret aksi demonstrasi di Iran yang sempat beredar di media sosial sebelum adanya pembatasan akses internet.
Catatan Dahlan Iskan

Anomali Iran

Lalu apalah artinya Iran: apalagi setelah nuklirnya dilumpuhkan Amerika dalam satu serangan...

Catatan Dahlan Iskan

Asta Cashtry      

Tentu malam harinya saya langsung membaca buku Cashtry. Isinya serius: mulai dari...

Catatan Dahlan Iskan

Rafael Zainal  

Konstitusi anti alkohol sendiri hanya berlaku selama 13 tahun. Di tahun 1933...

Catatan Dahlan Iskan

Amang Tabung

Embrio selebihnya jangan dibuang. Prof Amang bisa menyimpannya. Kapan saja, bila diperlukan,...