Home Ekonomi KETAR KETIR, 9000 Pegawai ASN Terancam di- PHK
Ekonomi

KETAR KETIR, 9000 Pegawai ASN Terancam di- PHK

phk asn 2026

Bagikan
PHK 9000 ASN
Bagikan

finnews.id – Ada sebanyak 9000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) bakal kehilangan karir sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hal tersebut muncul karena asas dampak penerapan regulasi pembatasan belanja pegawai yang ditetapkan maksimal 30 persen dari APBD.

Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena mengakui kebenaran informasi ini.

Dan ia mengungkapkan pula bahwa hal ini menjadi tantangan berat bagi pemerintah daerah khususnya NTT sendiri.

 

Ia mengungkapkan pula bahwa pihaknya tengah menyiapkan berbagai skema alternatif agar ribuan PPPK tersebut tetap bisa bekerja, meskipun terdampak aturan fiskal tersebut.

“Sejak awal adanya regulasi itu, kami berusaha mengantisipasi dengan cara menyiapkan 9.000 PPPK itu untuk mencari usaha lain atau bekerja di sektor-sektor lain,” kata Melki di Kupang, Kamis (26/2).

 

Dampak Regulasi Batas Belanja Pegawai 30 Persen APBD

Regulasi pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD menjadi konsekuensi fiskal yang wajib untuk dipatuhi oleh seluruh pemerintah daerah.

Ketentuan ini mengharuskan daerah melakukan rasionalisasi belanja, termasuk beban gaji dan tunjangan pegawai.

Di lingkup Pemprov NTT sendiri, jumlah PPPK saat ini mencapai sekitar 12 ribu orang.

Angka tersebut bahkan diproyeksikan meningkat hingga 16 ribu orang apabila skema PPPK paruh waktu berjalan penuh.

 

Namun dari total tersebut, sekitar 9.000 pegawai berpotensi terdampak langsung apabila pembatasan belanja pegawai diberlakukan secara ketat tanpa kebijakan tambahan dari pemerintah pusat.

“Ini adalah fakta regulasi. Toleransi lima tahun akan berakhir. Pahit memang, tetapi harus dibuka dan dicari solusinya,” tegas Melki.

Melki juga menegaskan, perlunya dilakukan langkah antisipatif dilakukan agar para PPPK tidak terkejut bila kebijakan tersebut benar-benar diterapkan.

Menurut Melki, pemerintah provinsi telah mendorong para PPPK untuk mulai menyiapkan alternatif pekerjaan, baik dengan bekerja di sektor swasta maupun merintis usaha mandiri.

 

Hal ini dimaksudkan agar ketika kebijakan berjalan, para pegawai yang terdampak tidak langsung kehilangan sumber penghasilan.

“Tujuannya supaya mereka tetap bisa bekerja, tetap bisa menghidupi keluarga meskipun tidak lagi berstatus PPPK,” ujarnya.

Meski demikian, Melki memastikan bahwa keputusan final belum ditetapkan.
Pemprov NTT masih menunggu kemungkinan adanya kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat yang dapat memberikan kelonggaran atau solusi lain atas regulasi tersebut.

“Namun ini belum final. Kita masih menunggu apakah pemerintah pusat punya kebijakan lain,” tambahnya.

 

Kondisi ini dinilai sebagai konsekuensi langsung dari kebijakan penguatan disiplin fiskal daerah.

Pemerintah pusat mendorong daerah agar lebih sehat secara keuangan dan tidak terbebani belanja pegawai yang terlalu besar.

Namun di sisi lain, kebijakan tersebut menimbulkan kekhawatiran besar, terutama bagi ribuan PPPK yang menggantungkan hidupnya pada status ASN.

 

Jika tidak ada skema penyesuaian, gelombang pengurangan PPPK bisa berdampak pada sektor pelayanan publik di NTT, mengingat sebagian besar dari mereka bertugas di bidang pendidikan, kesehatan, dan administrasi pemerintahan.

Pemerintah Provinsi NTT berharap ada rumusan kebijakan yang lebih fleksibel, mengingat kondisi fiskal setiap daerah berbeda-beda.

Melki menekankan bahwa pemerintah daerah tidak ingin mengambil langkah drastis tanpa pertimbangan matang.

 

Ia memastikan seluruh proses akan dilakukan secara bertahap dan mempertimbangkan aspek sosial ekonomi para pegawai.

Melki juga mengingatkan bahwa keberadaan PPPK selama ini sangat membantu operasional pemerintahan, terutama dalam mengisi kekosongan tenaga di berbagai sektor vital.

Kini, ribuan PPPK NTT hanya bisa menunggu kepastian regulasi, sembari berharap adanya solusi yang tidak merugikan mereka secara drastis.

Bagikan
Artikel Terkait
Demi Ketahanan Energi! PLN EPI Gandeng Kalimantan Powerindo, Amankan Pasokan Biomassa Raksasa
Ekonomi

Demi Ketahanan Energi! PLN EPI Gandeng Kalimantan Powerindo, Amankan Pasokan Biomassa Raksasa!

finnews.id – Dunia energi sedang tidak baik-baik saja akibat dinamika geopolitik global....

Geopolitik Dunia Makin Panas, Menteri ATR/BPN 'Kunci' Mati Lahan Sawah: Jangan Sampai Ada Duit Tapi Gak Bisa Makan!
Ekonomi

Geopolitik Dunia Makin Panas, Menteri ATR/BPN ‘Kunci’ Mati Lahan Sawah: Jangan Sampai Ada Duit Tapi Gak Bisa Makan!

finnews.id – Kondisi geopolitik global yang tidak menentu sedang mengirim sinyal bahaya...

Tarif Baru Listrik
Ekonomi

Daftar Tarif Listrik Terbaru April 2026, Ada Kenaikan?

finnews.id – Kabar gembira bagi seluruh masyarakat Indonesia. Kementerian Energi dan Sumber...

Harga BBM terbaru turun mulai 1 April 2025 di seluruh SPBU, termasuk Pertamina, Shell, BP-AKR, dan Vivo. Cek daftar harga lengkapnya di sini
Ekonomi

Update Harga BBM 1 April 2026: Pertamina vs Shell vs BP vs Vivo

finnews.id – Memasuki bulan April 2026, kabar gembira datang bagi para pengendara...