Home Internasional Hong Kong Bentuk Komite Independen usai Kebakaran Mematikan di Wang Fuk Court
Internasional

Hong Kong Bentuk Komite Independen usai Kebakaran Mematikan di Wang Fuk Court

Bagikan
Kebakaran
Kebakaran, Image: Pixabay
Bagikan

Dampak Sosial dan Demografi Penghuni

Wang Fuk Court dibangun pada tahun 1983 dan menyediakan 1.984 apartemen untuk sekitar 4.600 penduduk. Sekitar 40% penduduknya diperkirakan berusia 65 tahun ke atas, dan sebagian telah tinggal di kompleks ini sejak awal pembangunan.

Tragedi ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menghancurkan rumah dan memengaruhi komunitas lansia yang rentan.

Sejarah Kebakaran Mematikan di Hong Kong

Kebakaran Wang Fuk Court menjadi yang kedua mematikan di Hong Kong sejak 1948, ketika ledakan di lantai dasar sebuah gudang menewaskan 176 orang.

Kebakaran paling mematikan terjadi di Happy Valley Racecourse pada tahun 1918, menewaskan lebih dari 600 orang. Peristiwa ini menyoroti pentingnya keselamatan bangunan dan standar konstruksi di kota padat penduduk.

Langkah Ke Depan

Komite independen yang dibentuk diharapkan dapat menyelesaikan investigasi dalam tiga hingga empat minggu.

Pemerintah menekankan perlunya reformasi menyeluruh di sektor konstruksi dan keselamatan bangunan, sementara masyarakat dan organisasi internasional menunggu tindakan yang transparan dan akuntabel.

Referensi:

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Pasukan Israel Melakukan Invasi Baru di Wilayah Pedesaan Suriah

finnews.id – Pasukan Israel dilaporkan bergerak maju ke desa-desa di pedesaan Quneitra,...

Internasional

Greenland Memanas, Prancis Ingatkan AS Soal Kedaulatan Wilayah

Uni Eropa juga melihat kawasan Arktik sebagai wilayah yang rentan secara lingkungan....

NATO amankan Greenland dari Amerika Serikat
Internasional

Pasukan NATO Kepung Greenland: Tegaskan ke AS Tak Perlu Ambil Alih Wilayah Arktik

“Greenland Bukan Barang Dagangan” Sikap keras juga ditunjukkan oleh Perdana Menteri Greenland,...

Internasional

NATO Perkuat Kehadiran di Greenland di Tengah Klaim AS

Perspektif Internasional dan Reaksi Rusia Polandia menolak ikut serta dalam pengiriman pasukan,...