finnews.id – Sebelum memulai pekerjaan atau beraktivitas di pagi hari, umat Islam dianjurkan untuk melakukan sejumlah amalan yang dicintai Allah Ta’ala. Selain bernilai ibadah, amalan-amalan ini diyakini mampu mendatangkan ketenangan batin, kelimpahan pahala, dan keberkahan dalam setiap langkah.
Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nahl: 97:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Man ‘amila ṣāliḥan min dzakarin aw unṡā wa huwa mu’minun falanuḥyiyannahu ḥayātan ṭayyibah, wa lanajziyannahum ajrahum bi-aḥsani mā kānū ya‘malūn.
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa setiap aktivitas harian dapat bernilai ibadah, asalkan diawali dengan niat yang lurus dan disertai amalan yang dianjurkan.
Mengutip buku Ensiklopedi Amalan Muslim karya Syaikh Asyraf bin Abdul Masqud, terdapat tiga amalan utama yang sebaiknya dilakukan umat Islam sebelum memulai pekerjaan agar aktivitas sehari penuh dengan pahala.
1. Berwudhu sebelum memulai aktivitas
Amalan sederhana namun penuh keutamaan adalah berwudhu sebelum keluar rumah. Wudhu bukan hanya membersihkan anggota tubuh, tetapi juga menyucikan hati, menenangkan pikiran, dan mempersiapkan diri untuk beribadah.
Disunnahkan berwudhu di rumah agar lebih mudah menunaikan salat sunnah atau salat berjamaah ketika tiba di masjid.
Beberapa keutamaan berwudhu di pagi hari:
- Membantu menjaga kesucian diri sepanjang hari
- Menenangkan jiwa dan membuat pikiran lebih jernih
- Mempermudah pelaksanaan salat sunnah maupun wajib
Dengan berwudhu, langkah pertama saat memulai aktivitas pun sudah bernilai ibadah, sekaligus menjadi pembuka pintu keberkahan rezeki.
2. Menunaikan salat Dhuha
Salat Dhuha termasuk ibadah sunnah yang sangat dianjurkan sebelum memulai pekerjaan. Rasulullah SAW bahkan pernah memberikan wasiat khusus kepada Abu Hurairah agar tidak meninggalkan salat Dhuha, meski hanya dua rakaat.
Rasulullah SAW bersabda:
“Kekasihku (Rasulullah SAW) berwasiat kepadaku dengan tiga perkara; puasa tiga hari setiap bulan, salat Dhuha dua rakaat, dan salat witir sebelum tidur.”
Keutamaan salat Dhuha antara lain:
- Membuka pintu rezeki dan keberkahan
- Menghapus dosa-dosa kecil
- Sebagai ungkapan rasa syukur atas kesehatan dan waktu luang
Waktu utama salat Dhuha dimulai ketika matahari sudah naik hingga menjelang dzuhur, sekitar pukul 09.00 pagi. Salat ini bisa dikerjakan minimal dua rakaat dan boleh ditambah sesuai kemampuan.
3. Mengqadha salat malam di siang hari
Jika seseorang terlewat melaksanakan salat malam karena tertidur atau sakit, Islam memberikan kemudahan untuk mengqadhanya di siang hari, sebelum masuk waktu Dzuhur.
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:
“Rasulullah SAW apabila menyukai suatu salat sunnah, beliau melakukannya secara rutin. Jika beliau tidak sempat melaksanakan salat malam karena tertidur atau sakit, maka beliau mengerjakannya dua belas rakaat di siang hari.”
Manfaat mengqadha salat malam di antaranya:
- Tetap mendapatkan pahala seperti salat malam
- Melatih konsistensi dalam menjaga ibadah sunnah
- Memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT
Amalan ini menunjukkan betapa Islam memberikan kemudahan kepada umatnya untuk tetap dekat dengan Allah, meski waktu pelaksanaannya berubah.
Dengan membiasakan tiga amalan ini sebelum memulai aktivitas, seorang muslim tidak hanya mempersiapkan diri secara fisik, tetapi juga menguatkan kesiapan mental dan spiritual. Hari pun dijalani dengan hati lebih tenang, pikiran lebih jernih, serta harapan akan keberkahan di setiap langkah.