Meskipun kuota ditambah hingga 350.000 ton, realisasi anggaran diproyeksikan masih jauh di bawah pagu:

  • Pagu Anggaran Subsidi LPG 2025: Rp 82 triliun.
  • Proyeksi Realisasi (Setelah Tambahan Kuota): Hanya sekitar Rp 77 – 78 triliun.

Selisih anggaran ini memberikan kepastian bahwa penambahan kuota LPG tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan akhir tahun 2025.

Tetapi juga tetap sejalan dengan asumsi APBN 2026 yang akan datang. Kebijakan ini menegaskan momentum penurunan harga gas dunia berhasil dimanfaatkan pemerintah untuk memberikan layanan publik yang lebih optimal tanpa mengorbankan stabilitas fiskal.