Home News Empat RS di Jayapura Tolak Layani Irene Sokoy, Gubernur Papua Mohon Maaf
News

Empat RS di Jayapura Tolak Layani Irene Sokoy, Gubernur Papua Mohon Maaf

Bagikan
Gubernur Papua, Matius Fakhiri akan mengevaluasi pelayanan RS di Papua.
Gubernur Papua, Matius Fakhiri akan mengevaluasi pelayanan RS di Papua.
Bagikan

finnews.id – Meninggalnya seorang wanita hamil bernama Irene Sokoy dan bayinya karena tidak mendapat pelayanan dari sejumlah rumah sakit di Jayapura, Papua, membuat publik prihatin.

Peristiwa ini menggambarkan pelayanan Kesehatan di provinsi paling timur Indonesia itu belum sesuai dengan yang diharapkan.

Menanggapi kejadian menyedihkan ini, Gubernur Papua, Matius Fakhiri menyampaikan permohonan maaf dan duka cita mendalam.

“Saya baru mau memulai, tetapi Tuhan sudah memberikan satu contoh kebobrokan pelayanan kesehatan di provinsi di Papua. Saya mohon maaf dan turut berduka yang mendalam atas kejadian dan kebodohan jajaran pemerintah mulai dari atas sampai ke tingkat bawah. Ini kebodohan yang luar biasa yang dilakukan oleh pemerintah,” tegas Fakhiri, Sabtu, 21 November 2025.

“Sebagai Gubernur Papua, saya menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar Kabey–Sokoy. Tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan buruknya pelayanan, apalagi ketika nyawa seorang ibu dan anak dipertaruhkan,” lanjutnya.

Matius telah menyambangi kediaman Irene yang tinggal bersama keluarga besar Kabey-Sokoy di Kampung Hobong, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

Matius Berjanji Akan Melakukan Evaluasi Mendalam

Matius berjanji akan segera melakukan evaluasi mendalam dan memastikan semua Direktur rumah sakit yang berada di bawah pemerintah provinsi Papua, akan diganti.

Ia juga menyebut banyak peralatan medis yang rusak karena diabaikan oleh para direktur.

“Hal ini sudah saya minta langsung ke Menteri Kesehatan untuk memperbaiki pelayanan kesehatan di RS yang ada di Provinsi Papua. Saya yakin ada sekat-sekat yang merusak pelayanan di RS. Saya pastikan akan memperbaiki ini,” ujarnya.

Menurutnya, meninggalnya Irene menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang prima bagi masyarakat. Termasuk akan memanggil semua direktur RS pemerintah maupun swasta.

“Tragedi ini membuka mata kita bahwa masih ada rumah sakit yang lebih sibuk dengan prosedur administrasi daripada menyelamatkan manusia. Ini harus dihentikan,” ungkapnya.

Bagikan
Artikel Terkait
News

Apriasi Satgas PKH, Prabowo: Selamatkan Aset Rp370 Triliun, Setara 10 Persen APBN

finnews.id – Presiden Prabowo Subianto mengungkap capaian besar pemerintah dalam mengamankan kekayaan...

News

Menkeu Purbaya Sebut Gaji ke-13 ASN 2026 Masih Dikaji, Sinyal Tak Cair?

finnews.id – Pemerintah belum memastikan pencairan gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara...

News

Misteri Pengadaan 21.801 Motor Listrik BGN yang Anggarannya Ditolak Menkeu

finnews –Isu pengadaan puluhan ribu motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN)...

News

Herlangga Wisnu Resmi Jadi Plh Kajari Karo, Ditunjuk Langsung Kajati Sumut

finnews.id – Herlangga Wisnu Murdianto resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala...