Yang menjadi catatan, Syamsudin dikenal “licin” dan berkali-kali mangkir dari panggilan resmi KPK. Setidaknya dalam tiga kesempatan berbeda sepanjang 2024 dan 2025.

Kini, dengan diperiksanya Yudy Ayodya Baruna dan Padang Pamungkas secara maraton, KPK seolah ingin mengirim pesan keras: Tidak ada tempat yang aman bagi mereka yang bermain mata dengan uang rakyat. Bahkan di lembaga yang seharusnya menjadi benteng terakhir penjaga keuangan negara.