finnews.id – Harga emas batangan yang dijual PT Pegadaian (Persero) tercatat kompak mengalami kenaikan pada perdagangan Jumat (21/11/2025).
Dua produk logam mulia Pegadaian, yakni UBS dan Galeri24, sama-sama bergerak menguat.
Mengutip laman resmi Sahabat Pegadaian, harga jual emas Galeri24 naik menjadi Rp 2.404.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.394.000.
Sementara emas UBS ikut merangkak ke level Rp 2.418.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.406.000.
Jika dihitung, kenaikan masing-masing produk adalah:
Galeri24: naik Rp 10.000 per gram
UBS: naik Rp 12.000 per gram
Emas Galeri24 tersedia mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram, sedangkan emas UBS tersedia dari 0,5 gram hingga 500 gram.
Daftar Lengkap Harga Emas UBS – 21 November 2025
0,5 gram: Rp 1.307.000
1 gram: Rp 2.418.000
2 gram: Rp 4.799.000
5 gram: Rp 11.858.000
10 gram: Rp 23.590.000
25 gram: Rp 58.859.000
50 gram: Rp 117.476.000
100 gram: Rp 234.859.000
250 gram: Rp 586.972.000
500 gram: Rp 1.172.566.000
Daftar Lengkap Harga Emas Galeri24 – 21 November 2025
0,5 gram: Rp 1.261.000
1 gram: Rp 2.404.000
2 gram: Rp 4.737.000
5 gram: Rp 11.756.000
10 gram: Rp 23.449.000
25 gram: Rp 58.481.000
50 gram: Rp 116.868.000
100 gram: Rp 233.622.000
250 gram: Rp 580.339.000
500 gram: Rp 1.160.678.000
1.000 gram: Rp 2.321.355.000.
Harga Emas Dunia Melemah, Dipengaruhi Data Tenaga Kerja AS
Berbeda dengan pergerakan emas Pegadaian, harga emas dunia justru melemah pada perdagangan Kamis (20/11/2025).
Pelaku pasar tengah mencerna laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan data lebih kuat dari perkiraan sebuah sinyal yang menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember.
Menurut data CNBC, harga emas spot turun 0,6 persen menjadi USD 4.058,29 per troy ounce. Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember juga jatuh 0,6 persen ke USD 4.060 per troy ounce.
Penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang utama membuat emas—yang diperdagangkan dalam greenback menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar negeri, sehingga permintaan melemah.
Data Payroll AS Lebih Kuat, Tekan Harapan Penurunan Suku Bunga
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa nonfarm payrolls bertambah 119.000 pada September, jauh di atas proyeksi 50.000.
Data yang sempat tertunda akibat penutupan pemerintahan ini memperkecil peluang The Fed memangkas suku bunga pada Desember.
“Data ini mengonfirmasi pandangan The Fed bahwa pasar tenaga kerja melambat namun tetap stabil. Peluang pemangkasan suku bunga Desember kini makin kecil.” menurut Peter Grant, Vice President & Senior Metals Strategist Zaner Metals.
Pasar kini memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga bulan depan hanya sekitar 40 persen.
Rilis Data Oktober Dibatalkan, The Fed Tetap Waspada Inflasi
Biro Statistik Tenaga Kerja AS membatalkan rilis data Oktober dan akan menggabungkannya dengan laporan November.
Data gabungan dijadwalkan rilis pada 16 Desember, usai pertemuan The Fed.
Risalah pertemuan The Fed Oktober menunjukkan bahwa meski suku bunga diturunkan, para pejabat tetap memperingatkan risiko kenaikan inflasi serta potensi turunnya kepercayaan publik.