“Saya sangat beruntung saya yang meresmikan, takdir tidak bisa ditolak,” imbuhnya, menekankan kesinambungan dalam program-program strategis nasional.

Meskipun seluruh anggaran pembangunan ditanggung oleh UEA, tahap awal pengelolaan operasional rumah sakit akan dilakukan oleh RS Sardjito di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan.

Sejumlah menteri juga turut hadir dalam peresmian ini, termasuk Menko PMK Pratikno, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra Wijaya, dan Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan Angga Raka Prabowo.