Home Ekonomi ATURAN BARU KUR 2026! Plafon Rp300 Triliun, Pinjaman di Bawah Rp100 Juta Tanpa Agunan, BUNGA TETAP 6%!
Ekonomi

ATURAN BARU KUR 2026! Plafon Rp300 Triliun, Pinjaman di Bawah Rp100 Juta Tanpa Agunan, BUNGA TETAP 6%!

Bagikan
ATURAN BARU KUR 2026! Plafon Rp300 Triliun, Pinjaman di Bawah Rp100 Juta Tanpa Agunan, BUNGA TETAP 6%!
ATURAN BARU KUR 2026! Plafon Rp300 Triliun, Pinjaman di Bawah Rp100 Juta Tanpa Agunan, BUNGA TETAP 6%!
Bagikan

Finnews.id – Pemerintah mengkonfirmasi adanya perubahan signifikan pada skema penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang akan mulai berlaku tahun 2026.

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan reformasi ini adalah bagian dari strategi besar untuk mengoptimalkan penyerapan modal. Terutama bagi sektor usaha mikro dan kecil.

Poin paling penting dari kebijakan baru ini adalah pembagian KUR ke dalam tiga tingkatan (level) plafon yang berbeda, namun dengan suku bunga tunggal yang tetap kompetitif, yakni 6% per tahun.

Airlangga menjelaskan total anggaran yang disiapkan untuk program KUR tahun 2026 mencapai Rp300 triliun. Target awal pencairan dana di Kuartal I tahun depan dipatok sekitar Rp28 triliun.

Tiga Level Plafon KUR 6% untuk Debitur Baru

Pembagian jenis KUR berdasarkan plafon dirancang untuk menarik debitur baru dan memastikan bantuan modal tepat sasaran.

Meskipun skema dipecah, suku bunga yang diterapkan diseragamkan pada angka 6%.

Rincian 3 level KUR 2026:

  1. KUR Super Mikro: Untuk plafon di bawah Rp10 juta.
  2. KUR Mikro: Untuk plafon di bawah Rp100 juta. Jenis ini diutamakan tanpa agunan untuk memudahkan akses usaha kecil.
  3. KUR Kecil: Untuk plafon antara Rp100 juta sampai dengan Rp500 juta.

Strategi utama pemerintah adalah menerapkan single tarif 6% untuk semua level, sekaligus memprioritaskan penyaluran ke sektor-sektor produktif.

Prioritas Sektor Produksi & Kesiapan Perbankan

Selain memecah level pinjaman, Menko Airlangga membeberkan sektor yang akan menjadi sasaran utama program KUR 2026. Prioritas diberikan kepada:

  • Sektor Produksi secara umum.
  • Sektor Pertanian dan kegiatan terkait.
  • Sektor Perdagangan untuk ekspor.
  • Kredit Investasi untuk industri padat karya.
  • Kredit Program Perumahan (anggaran terpisah dari Rp300 triliun, diperkirakan Rp130 triliun).

“Angka 300 triliun itu tidak termasuk 130 triliun yang perumahan. Jadi ini nantinya akan menjadi on top,” jelasnya.

Airlangga juga menyoroti pentingnya kesiapan lembaga penyalur. Ia meminta kepada Danantara dan BUMN terkait untuk memastikan sistem perbankan mampu menyalurkan kredit secara efektif. Terutama untuk sektor perumahan.

Bagikan
Artikel Terkait
Rupiah menjadi mata uang paling lemah karena adanya tekanan ganda yang datang dari kenaikan harga minyak serta kondisi domestik
Ekonomi

Rupiah Lemas Hari ini, Obligasi Ikut Gerah

Finnews.id – EKONOMI  Rupiah kembali jatuh ke level terendah di sepanjang sejarah...

Menko Pangan jelaskan bahwa stabilitas harga pangan adalah prioritas utama. Dengan ini, pemerintah menyerap selisih harga pasar internasional
EkonomiNews

Kabar Gembira buat Emak-Emak! Pemerintah Pasang Badan Subsidi Harga Pangan Impor yang Kian Melejit!

Finnews.id – NEWS  Di tengah perekonomian global yang berdampak pada penurunan harga...

PMI-BI Triwulan I 2026 melesat ke 52,03%! Industri kertas, alas kaki, dan makanan jadi motor utama. Simak proyeksi ekonomi manufaktur RI selanjutnya.
Ekonomi

Lampu Hijau Ekonomi! Sektor Manufaktur RI Ngamuk di Awal 2026, Siap-Siap Kebanjiran Pesanan?

finnews.id – Kabar gembira buat kamu yang sedang memantau ekonomi nasional! Sektor...

Bank Indonesia catat kinerja dunia usaha Triwulan I 2026 tetap tangguh! SBT tembus 10,11%, sektor pertanian & tambang siap melesat di triwulan depan.
Ekonomi

Jangan Sampai Ketinggalan! Dunia Usaha RI 2026 Masih On Track, Sektor-Sektor Ini Bakal Cuan Gede?

finnews.id – Ekonomi Indonesia kembali menunjukkan tajinya di awal tahun ini! Bank...