Home Internasional Tragedi Ganda Filipina: Usai Diguncang Gempa M 6,9 Cebu Diterjang Topan Kalmaegi, 52 Orang Tewas
Internasional

Tragedi Ganda Filipina: Usai Diguncang Gempa M 6,9 Cebu Diterjang Topan Kalmaegi, 52 Orang Tewas

Bagikan
Dampak Topan Kalmaegi 2025 di Cebu City, Filipina, menunjukkan kerusakan akibat badai tropis, foto oleh Juan Carlo de Vela
Foto menunjukkan dampak Topan Kalmaegi di Villa del Rio, Bacayan, Cebu City, Filipina.Photo by Juan Carlo de Vela / via X @Rainmaker1973
Bagikan

Finnews.id – Topan Kalmaegi (Tino) menghantam Filipina tengah, menewaskan sedikitnya 52 orang di Cebu, provinsi yang baru pulih diri dari gempa. Banjir bandang menjebak warga di atap rumah dan menghanyutkan kendaraan.

Cebu Dihantam Bencana Ganda, Korban Jiwa Topan Kalmaegi Capai 52 Orang

Topan Kalmaegi (Badai Tino) telah meninggalkan jejak duka mendalam di Filipina tengah, menewaskan sedikitnya 52 orang dan menyebabkan 13 lainnya hilang. Sebagian besar korban jiwa dilaporkan di Provinsi Cebu, sebuah wilayah padat penduduk yang saat ini masih dalam proses pemulihan dari guncangan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,9 yang terjadi pada 30 September lalu.

Bernardo Rafaelito Alejandro IV, Wakil Administrator Kantor Pertahanan Sipil, dan pejabat provinsi mengonfirmasi bahwa sebagian besar kematian terjadi akibat banjir bandang yang meluas. Banjir ini memaksa banyak penduduk terperangkap di atap rumah mereka dan menghanyutkan puluhan mobil di provinsi yang terdampak parah tersebut.

Banjir Bandang Menjebak Warga

Topan Kalmaegi menghantam Cebu pada hari Selasa 4 November 2025 memicu banjir bandang yang parah dan membuat sungai serta saluran air meluap. Banjir yang melingkupi komunitas perumahan secara tiba-tiba menyebabkan warga yang terkejut harus memanjat ke atap untuk meminta pertolongan.

Gwendolyn Pang, Sekretaris Jenderal Palang Merah Filipina, mengatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya menerima banyak sekali panggilan darurat dari warga yang membutuhkan evakuasi dari atap. Dia menambahkan bahwa upaya penyelamatan terpaksa ditunda hingga banjir sedikit surut untuk mengurangi risiko keselamatan personel darurat. Cebu, sebuah provinsi dengan lebih dari 2,4 juta penduduk, telah mendeklarasikan status bencana (state of calamity) untuk memuluskan pencairan dana darurat yang lebih cepat.

Insiden Fatal dan Kerusakan Lainnya

Selain korban jiwa di Cebu, beberapa kematian juga tercatat di provinsi lain. Seorang warga lanjut usia di Provinsi Southern Leyte tewas tenggelam akibat banjir setelah topan mendarat di salah satu kota timurnya. Sementara itu, di Provinsi Bohol tengah, seorang warga lain meninggal setelah tertimpa pohon tumbang.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Internasional

Apple Setuju Bayar Ganti Rugi US$250 Juta untuk Klaim Siri yang Didukung AI

finnews.id – Klaim kecerdasan buatan (AI) pada asisten suara Siri berujung pada...

Internasional

Pesawat Tanker AS Boeing KC-135 Hilang Kontak di Teluk Persia Usai Kirim Sinyal Darurat

finnews.id – Sebuah pesawat pengisian bahan bakar udara milik militer Amerika Serikat,...

Internasional

Thailand Kucurkan Pinjaman US$12,2 Miliar: Upaya Selamatkan Ekonomi dari Badai Timur Tengah

finnews.id – Pemerintah Thailand mengambil langkah besar dengan menyetujui paket pinjaman darurat...

Internasional

Musk Bayar Denda US$1,5 Juta, Akhiri Drama Gugatan Saham Twitter

finnews.id – Elon Musk akhirnya mencapai kesepakatan dengan pemerintah AS untuk mengakhiri...