“Jangan dikira cuma bikin rileks. Zat adiktif dalam narkoba ini bisa bikin otak pelupa, bingung, bahkan rusak permanen,” tegasnya.
Dia memperingatkan efek narkoba dalam vape tidak langsung terasa. Namun kerusakannya berlangsung diam-diam dan kumulatif, hingga akhirnya menyerang otak dan organ vital.
Dari Telmi Hingga Kematian
Menurut hasil penelitian BNN, pengguna vape dengan kandungan narkotika berisiko mengalami penurunan fungsi otak dalam waktu 1–2 tahun.
Gejala awalnya bisa berupa lupa, lambat berpikir (telmi), gangguan konsentrasi, hingga gangguan saraf permanen.
Jika dikonsumsi terus-menerus, zat tersebut dapat merusak selaput otak, mengganggu fungsi jantung, dan berpotensi mematikan.
“Kita harus lebih pintar dari para bandar. Edukasi dan kesadaran masyarakat adalah senjata paling ampuh,” pungkas Suyudi.