Home Ekonomi China Ancam Negara yang Bersepakat dengan AS, Peringatkan Trump soal Tarif Perdagangan
Ekonomi

China Ancam Negara yang Bersepakat dengan AS, Peringatkan Trump soal Tarif Perdagangan

Bagikan
China Ancam Negara yang Bersepakat dengan AS, Peringatkan Trump soal Tarif Perdagangan
Donald Trump (REUTERS/Carlos Barria)
Bagikan

finnews.id – China kembali mengirimkan sinyal keras ke Amerika Serikat di tengah panasnya isu perdagangan global. Kamu penasaran bagaimana sikap Beijing terhadap ancaman tarif baru yang digaungkan Presiden Donald Trump? Yuk, simak selengkapnya!

China memperingatkan pemerintahan Trump agar tidak kembali memicu ketegangan dagang dengan menghidupkan tarif atas barang-barang Tiongkok mulai bulan depan. Seperti dilansir Reuters pada Selasa, 8 Juli 2025, China juga mengancam akan membalas negara-negara yang memilih bersepakat dengan AS demi menyingkirkan China dari rantai pasokan global.

China Minta AS Hentikan Intimidasi Perdagangan

Sejak Juni lalu, Washington dan Beijing sudah menyepakati kerangka kerja perdagangan baru yang sempat meredakan ketegangan. Namun, detil kesepakatan masih samar. Para pelaku pasar pun terus mengawasi apakah gencatan senjata ini bisa bertahan lama.

Presiden Trump bahkan mulai mengirim surat ke sejumlah mitra dagang tentang kemungkinan kenaikan tarif AS per 1 Agustus 2025. Sebelumnya, Trump menunda sebagian besar tarif sejak April untuk memberi waktu negosiasi dengan negara mitra.

China yang sempat menjadi sasaran tarif lebih dari 100 persen, kini hanya punya waktu hingga 12 Agustus untuk mencapai kesepakatan dengan AS. Jika tidak, Trump mengancam memberlakukan kembali pembatasan impor yang sempat diterapkan pada April dan Mei lalu.

“Dialog dan kerja sama adalah satu-satunya jalan yang benar,” tulis People’s Daily, media resmi Partai Komunis China, dalam editorialnya yang diberi label Zhong Sheng atau Suara China. Beijing pun menilai kebijakan tarif Trump hanyalah bentuk intimidasi.

China Tak Akan Tinggal Diam

Dalam editorial tersebut, China juga menyatakan bakal mempertahankan prinsip demi melindungi hak dan kepentingannya. Jika Trump tetap bersikukuh dengan apa yang disebut People’s Daily sebagai “batas waktu akhir,” maka perang tarif babak baru bisa saja terjadi.

Data Peterson Institute for International Economics mencatat rata-rata tarif AS terhadap ekspor China kini mencapai 51,1 persen, sedangkan bea masuk China atas produk AS berada di level 32,6 persen. Kedua negara sama-sama masih menanggung tarif tinggi di sebagian besar produk dagang mereka.

Bagikan
Written by
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho adalah Jurnalis ekonomi bisnis yang sudah malang melintang di berbagai platform media, mulai dari TV, koran, majalah hingga media siber. Saat ini merupakan pemimpin redaksi di jaringan FIN Media Group

Artikel Terkait
Menko Pangan jelaskan bahwa stabilitas harga pangan adalah prioritas utama. Dengan ini, pemerintah menyerap selisih harga pasar internasional
EkonomiNews

Kabar Gembira buat Emak-Emak! Pemerintah Pasang Badan Subsidi Harga Pangan Impor yang Kian Melejit!

Finnews.id – NEWS  Di tengah perekonomian global yang berdampak pada penurunan harga...

PMI-BI Triwulan I 2026 melesat ke 52,03%! Industri kertas, alas kaki, dan makanan jadi motor utama. Simak proyeksi ekonomi manufaktur RI selanjutnya.
Ekonomi

Lampu Hijau Ekonomi! Sektor Manufaktur RI Ngamuk di Awal 2026, Siap-Siap Kebanjiran Pesanan?

finnews.id – Kabar gembira buat kamu yang sedang memantau ekonomi nasional! Sektor...

Bank Indonesia catat kinerja dunia usaha Triwulan I 2026 tetap tangguh! SBT tembus 10,11%, sektor pertanian & tambang siap melesat di triwulan depan.
Ekonomi

Jangan Sampai Ketinggalan! Dunia Usaha RI 2026 Masih On Track, Sektor-Sektor Ini Bakal Cuan Gede?

finnews.id – Ekonomi Indonesia kembali menunjukkan tajinya di awal tahun ini! Bank...

Ekonomi

Katalog Promo Superindo Hari Ini 17 April 2026: Diskon Bahan Segar, Pas untuk Stok Dapur

finnews.id – Jaringan swalayan Superindo kembali memanjakan para pelanggan setianya dengan menggelar...