Ahok memang bukan tersangka, tapi apakah ia benar-benar bersih dari tanggung jawab moral? Jika seorang komisaris utama mengetahui ada ketidakwajaran tetapi memilih untuk tidak bertindak, bukankah itu bentuk kelalaian yang fatal? Dalam dunia bisnis dan tata kelola perusahaan, kelalaian dalam pengawasan bisa sama berbahayanya dengan korupsi itu sendiri.
Negeri ini tak bisa lagi terus menerus menjadi ladang empuk bagi koruptor. Skandal ini harus menjadi peringatan keras bahwa perombakan total dibutuhkan di tubuh Pertamina dan BUMN lainnya. Tidak cukup hanya menangkap pelaku, sistem yang memungkinkan mereka beraksi pun harus dihancurkan.
Indonesia butuh pemimpin dan pengawas yang berani bertindak saat masih memiliki kuasa, bukan mereka yang baru bersuara setelah segalanya terlambat. Sebab dalam skandal sebesar ini, diam bukanlah emas—diam adalah bagian dari kejahatan. (*)