Home News Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana Tanggal 19 Januari 2025
News

Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana Tanggal 19 Januari 2025

Bagikan
Ilustrasi BAnjir
Bagikan

Banjir di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Hujan intensitas tinggi pada Sabtu (18/1) pukul 08.00 WIB picu luapan air sungai dan anak sungai yang menggenangi beberapa kecamatan di wilayah selatan pandeglang. Sebanyak Sembilan Kecamatan dan 37 Desa terdampak. Yakni Kecamatan Sumur, Munjul, Cikeusik, Sobang, Picung, Sukaresmi, Patia, Cibaliung dan Kecamatan Panimbang. Sebanyak 1.698 KK / 6.790 jiwa terdampak dan masih dalam pendataan, dengan rincian Kecamatan Cikeusik 477 KK / 1.906 jiwa, Kecamatan Sobang 575 KK / 2.300 jiwa, Kecamatan Sukaresmi 230 KK / 920 jiwa dan Kecamatan Patia 416 KK / 1.664 jiwa terdampak. Kerugian Materiil diantaranya 1.698 unit rumah masih dalam pendataan. BPBD Kabupaten Pandeglang melaksanakan koordinasi dan assesment ke lokasi banjir dan memastikan korban dalam kondisi aman serta mendokumentasikan proses dan membuat laporan. Kondisi Mutakhir pada (18/1) banjir berangsur surut dengan tinggi mata air 20-50cm.

Di Sragen, Jawa tengah, tanah longsor terjadi pada Sabtu, (18/1) pukul 06.00 WIB dengan kedalaman ± 30 cm, yang diakibatkan curah hujan yang tinggi pada Jumat, (17/1). Terjadi tanah longsor susulan pukul 15.15 WIB dengan kedalam ± 60 Cm Dan Lebar Tambah ± 50 Cm. Lokasi terdampak yakni Kecamatan Tanon Desa Gading. Korban jiwa terdampak yakni lima KK / 16 jiwa. Kerugian Materiil diantaranya lima unit rumah terdampak, satu akses jalan terdampak sepanjang ± 40 M lebar ± 4 m longsor kedalaman ±10 Cm – 60 Cm. Pusdalops BPBD Kabupaten Sragen Begitu mendapatkan Informasi Kemudian menerjunkan Tim TRC untuk Melaksanakan Kaji Cepat serta berkoordinasi dengan pemangku wilayah. Kondisi Mutakhir pada Sabtu (18/1) jalan sementara hanya bisa dilewati kendaraan roda dua. BPBD Kabupaten Sragen, perangkat desa, relawan tanon reaksi cepat dan warga sekitar bergotong royong melakukan perbaikan akses jalan.

BNPB mengimbau untuk pemerintah daerah dan masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana banjir susulan dan mempersiapkan rencana evakuasi mulai dari tinggal keluarga hingga komunitas serta mempersiapkan kebutuhan darurat seperti obat-obatan, makanan, air dan sebagainya. Pemerintah daerah diimbau untuk memperhatikan kondisi peralatan, melakukan pemantauan pada wilayah dengan risiko tinggi bencana. Ikuti selalu informasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan mengikuti instruksi dari petugas berwenang.

Bagikan
Artikel Terkait
Larangan mengajar 2027 ditakutkan memicu krisis guru besar-besaran. Kebijakan ini terasa seperti "vonis mati" bagi karier guru honorer.
NasionalNews

Peringatan Keras! Larangan Mengajar Guru Honorer Berlaku 2027, DPRD Jatim Teriak

Ia menilai persoalan tersebut harus disikapi secara serius karena jumlah tenaga pengajar...

BareskrimPolri berhasil menahan sebanyak 321 pelaku sindikat Judi Online (Judol) di Gedung Perkantoran di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat (Jakbar).
NasionalNews

321 Pelaku Sindikat Judol Hayam Wuruk Tertangkap, Markas Bergeser

Peran Pelaku WNI Sebagai CS Lebih lanjut, Wira mengungkap peran para admini...

ilustrasi
News

3 Pendaki Hilang Usai Erupsi Gunung Dukono

BNPB Imbau Pendaki Patuhi Larangan Demi Keselamatan Untuk mencegah kejadian serupa terulang,...

News

AS dan Iran Saling Tuding Usai Bentrokan di Selat Hormuz

Trump Klaim Gencatan Senjata Masih Berlaku Meski bentrokan terus terjadi, Presiden AS...