Home News Protes Besar Pecah di Nuuk saat AS Perluas Pengaruh di Greenland
News

Protes Besar Pecah di Nuuk saat AS Perluas Pengaruh di Greenland

Bagikan
Greenland, Image: Barni1 / Pixabay
Bagikan

finnews.id – Ratusan warga Greenland menggelar aksi demonstrasi di pusat kota Nuuk untuk memprotes pembukaan konsulat baru Amerika Serikat di wilayah tersebut. Aksi itu berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap ambisi Presiden AS Donald Trump yang kembali menyoroti pentingnya Greenland bagi kepentingan strategis Amerika.

Massa berjalan melewati jalan utama Nuuk sambil membawa poster bertuliskan “Greenland Bukan untuk Dijual” dan “Make America Go Away”. Demonstran juga meneriakkan slogan “Greenland untuk Greenlanders” sebagai bentuk penolakan terhadap campur tangan asing.

Aksi tersebut bertepatan dengan kunjungan utusan khusus Trump untuk Greenland, Jeff Landry, yang datang untuk menghadiri agenda diplomatik dan bisnis di wilayah semi-otonom milik Denmark itu.

Konsulat Baru AS Jadi Simbol Ketegangan

Pembukaan gedung konsulat baru Amerika Serikat menjadi perhatian besar warga lokal. Gedung diplomatik berukuran jauh lebih besar dibanding kantor sebelumnya itu berdiri di kawasan pusat Nuuk dan oleh sebagian warga dijuluki “Trump Towers”.

Bagi banyak warga Greenland, pembangunan konsulat tersebut dianggap bukan sekadar langkah diplomatik biasa, melainkan simbol meningkatnya pengaruh Washington di kawasan Arktik.

Situasi semakin sensitif setelah beberapa pejabat penting Greenland memilih tidak menghadiri acara peresmian. Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen termasuk di antara tokoh yang menolak hadir sebagai bentuk sikap politik terhadap pendekatan Amerika Serikat.

Pernyataan Utusan Trump Picu Kontroversi

Jeff Landry selama kunjungannya disebut mencoba membangun hubungan lebih dekat dengan pejabat Greenland dan komunitas bisnis lokal. Namun sejumlah pernyataannya justru memicu kontroversi.

Dalam wawancara dengan media lokal Sermitsiaq, Landry menyebut Greenland bisa memiliki ekonomi yang lebih kuat apabila menjadi negara independen. Pernyataan itu memunculkan kekhawatiran baru bahwa Amerika Serikat sedang berupaya mempengaruhi arah politik Greenland.

Saat ditanya mengenai batas kedaulatan Greenland, Landry juga melontarkan kalimat yang menuai kritik.

“Hanya ada satu garis bagi kami. Warnanya merah, putih, dan biru,” ujarnya, merujuk pada warna bendera Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut dianggap sebagian warga sebagai bentuk tekanan simbolik terhadap Greenland.

Bagikan
Artikel Terkait
PT QSS
News

Bos PT QSS Resmi Ditahan Kejagung, Jadi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Tambang Bauksit

finnews.id – Komisaris sekaligus Beneficial Owner PT QSS, SDT, resmi ditetapkan sebagai...

Cuaca Hari Ini
News

Prakiraan Cuaca Jakarta Jumat: BMKG Minta Warga Waspada Hujan Sore-Malam

finnews.id – Warga DKI Jakarta wajib waspada terhadap perubahan cuaca pada Jumat...

Dari laman Sahabat Pegadaian pukul 07.07 WIB, tiga jenama utama yakni Antam, UBS, dan Galeri24 kompak berjaya mencatatkan apresiasi harga
News

Harga Emas Jumat 22 Mei 2026: Naik Drastis ! 3 Jenama Berjaya !

Finnews.id – EKONOMI HARGA emas hari ini 22 Mei 2026 di PT...

Imbauan cuaca di Instagram resmi BMKG
News

Imbauan Waspada BMKG ! Cuaca Jumat, 22 Mei 2026 Was-was

Finnews.id – NASIONAL Dalam beberapa hari terakhir, kondisi cuaca di Indonesia masih...