finnews.id – Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa mereka tidak menginginkan konflik berkepanjangan dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, saat memberikan briefing di Gedung Putih pada Senin, 19 Mei 2026.
JD Vance merupakan politikus Partai Republik yang mendampingi Presiden Donald Trump dalam pemerintahan terbaru Amerika Serikat. Sebelum dikenal di dunia politik nasional, Vance merupakan penulis buku memoar terkenal Hillbilly Elegy yang mengangkat kehidupan masyarakat kelas pekerja di Amerika. Namanya semakin dikenal setelah terpilih menjadi senator dari negara bagian Ohio dan kemudian dipilih Trump sebagai wakil presiden.
Dalam briefing tersebut, Vance menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki batas tegas terhadap Iran, khususnya terkait pengembangan senjata nuklir. Namun ia juga memastikan Washington tidak ingin kembali terjebak dalam perang panjang di Timur Tengah.
“Ini bukan perang tanpa akhir,” ujar Vance saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan konflik berkepanjangan dengan Iran. Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa pemerintahan Trump ingin menghindari skenario perang besar seperti yang pernah terjadi di Irak dan Afghanistan.
AS Tegaskan Iran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Dalam konferensi pers itu, Vance kembali menegaskan bahwa “garis merah” Amerika Serikat adalah Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Menurutnya, isu tersebut menjadi fokus utama kebijakan luar negeri Washington terhadap Tehran.
Ia mengatakan pemerintah AS masih membuka jalur diplomasi dan percaya masih ada peluang untuk mencapai kesepakatan baru dengan Iran. Vance bahkan menyebut pembicaraan terbaru menunjukkan perkembangan positif.
“Kami telah membuat banyak kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran,” kata Vance dalam briefing tersebut.
Meski demikian, Gedung Putih tetap memperingatkan bahwa opsi militer belum sepenuhnya dikesampingkan apabila Iran dianggap melanggar kesepakatan atau kembali mempercepat program nuklirnya.