Finnews.id – TEKNO Aktor sekaligus penulis Seth Rogen menyatakan sikap penolakan secara tegas terhadap pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam proses kreatif penulisan naskah di industri perfilman.
Pernyataan tersebut disampaikan Rogen saat menghadiri Festival Film Cannes pada Minggu (17/5/2026), sebagaimana dikutip dari sebuah media online.
Penolakan terhadap teknologi ini didasari oleh pandangan bahwa individu yang mengandalkan kecerdasan buatan untuk merangkai cerita tidak pantas dikategorikan sebagai seorang penulis.
Rogen menilai bahwa esensi dari profesi penulisan terletak pada kesediaan untuk menjalani seluruh proses kreatifnya secara langsung.
Dikutip dari warta Deadline pada Sabtu (16/5), pemenang dua penghargaan Golden Globe itu menyebut konten yang dibuat menggunakan AI seperti “kotoran anjing” dan orang yang memakai AI dalam membuat tulisan “seharusnya tidak menjadi penulis.”
“Jika naluri Anda adalah menggunakan AI dan tidak melalui proses itu, Anda seharusnya tidak menjadi penulis.
Karena Anda tidak menulis. Lakukan hal lain,” katanya.
“Gagasan tentang alat yang membuat saya menulis lebih sedikit tidak menarik bagi saya, karena saya suka menulis,” ia menambahkan.
Seth Rogen mengemukakan hal itu saat membahas film animasi baru berjudul “Tangles” yang dia garap bersama istrinya, Lauren Millen Rogen.
Pengurangan beban kerja melalui alat bantu digital dianggap tidak memiliki daya tarik sama sekali bagi bintang film Superbad tersebut. Rogen menekankan bahwa aktivitas menulis merupakan sebuah proses personal yang sangat ia nikmati sehingga pemotongan waktu kerja justru tidak diperlukannya.
“Silakan lakukan pekerjaan lain. Jika Anda tidak ingin menjalani prosesnya, Anda tidak seharusnya menjadi penulis. Ide tentang alat yang membuat saya mengurangi waktu untuk menulis sama sekali tidak menarik bagi saya karena saya memang suka menulis,” ujar Seth Rogen.
Kehadiran Rogen dalam festival tahun ini sekaligus menjadi momen promosi bagi proyek film animasi terbarunya yang bertajuk Tangles. Sinema tersebut mengangkat kisah perjuangan seorang wanita muda yang merawat ibunya setelah didiagnosis mengidap penyakit Alzheimer.