finnews.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendapat sambutan besar dari Presiden China, Xi Jinping, saat tiba di Beijing dalam kunjungan yang disebut dapat memengaruhi arah hubungan dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia.
Penyambutan dilakukan di Great Hall of the People dengan pengawalan militer kehormatan, dentuman salut senjata, hingga iringan lagu kebangsaan Amerika Serikat. Trump juga beberapa kali menyapa anak-anak sekolah yang membawa bendera China dan Amerika Serikat di lokasi acara.
Dalam pertemuan tersebut, Trump terlihat memuji Xi Jinping dan menyebut pemimpin China itu sebagai sosok besar. Suasana hangat juga terlihat ketika keduanya melakukan tur ke Temple of Heaven sebelum menghadiri jamuan makan malam kenegaraan di Beijing.
Hubungan AS dan China Masih Penuh Tantangan
Meski suasana penyambutan berlangsung hangat, sejumlah isu sensitif tetap membayangi hubungan Washington dan Beijing. Persaingan dagang, masalah Taiwan, hingga konflik Iran menjadi pembahasan penting dalam pertemuan tersebut.
Media pemerintah China melaporkan Xi Jinping mengingatkan bahwa isu Taiwan dapat menjadi sumber konflik antara kedua negara. China masih menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, sementara Amerika Serikat memiliki hubungan pertahanan dengan pulau tersebut.
Selain itu, kedua negara juga membahas situasi Iran dan keamanan jalur perdagangan energi di Selat Hormuz. Amerika Serikat disebut berharap China dapat membantu mendorong Iran kembali ke meja perundingan.
China Tunjukkan Pengaruh Besar di Tengah Dunia yang Berubah
Penyambutan besar terhadap Trump dinilai bukan hanya ditujukan kepada Amerika Serikat, tetapi juga menjadi pesan kepada dunia mengenai posisi China yang semakin kuat secara ekonomi dan diplomatik.
Dalam beberapa tahun terakhir, China memperluas pengaruh globalnya melalui perdagangan, teknologi, serta dominasi di sektor manufaktur. Negara tersebut kini memproduksi sebagian besar panel surya, kendaraan listrik, hingga pengolahan mineral tanah jarang yang penting bagi industri modern.
Di sisi lain, Amerika Serikat dan China sebelumnya sempat terlibat perang tarif yang membuat hubungan kedua negara memanas. Namun, pertemuan terbaru ini memberi sinyal bahwa kedua pihak masih berusaha menjaga stabilitas hubungan.