finnews.id – Presiden Florentino Perez meluapkan emosinya dalam konferensi pers yang berlangsung panas di Madrid setelah Real Madrid kembali menutup musim tanpa gelar besar. Dalam suasana tegang, Perez menyerang media, menuding adanya kampanye terorganisir yang mencoba menjatuhkan kepemimpinannya.
Konferensi pers tersebut digelar tidak lama setelah Barcelona memastikan gelar La Liga usai mengalahkan Real Madrid di El Clasico. Kekalahan itu memperpanjang tekanan terhadap kubu Los Blancos yang sudah dua musim gagal meraih trofi utama.
Perez menegaskan dirinya tidak akan mundur dari jabatan presiden klub dan siap kembali maju dalam pemilihan presiden Real Madrid berikutnya.
Perez Tuduh Ada Gerakan Terselubung
Dalam pernyataannya, Perez menyebut kritik yang terus bermunculan di media sebagai bagian dari gerakan terselubung untuk melemahkan posisinya. Ia bahkan meminta siapa pun yang ingin menggantikannya untuk maju secara terbuka dalam pemilu klub.
Perez terlihat emosional ketika membahas isu soal kondisi kesehatannya yang ramai dibicarakan media Spanyol. Ia membantah keras tudingan bahwa dirinya sudah terlalu tua atau kelelahan untuk memimpin klub sebesar Real Madrid.
Menurut Perez, dirinya masih bekerja penuh setiap hari dan tetap menjadi sosok utama dalam pengambilan keputusan penting klub.
Konferensi pers yang berlangsung hampir 90 menit itu berubah menjadi sesi konfrontasi langsung antara Perez dan sejumlah jurnalis. Beberapa wartawan bahkan sempat membalas kritik yang diarahkan kepada mereka.
Musim Buruk Real Madrid
Musim 2025-2026 menjadi periode sulit bagi Real Madrid. Klub gagal bersaing dalam perebutan gelar La Liga dan tersingkir di perempat final Liga Champions setelah dikalahkan Bayern Munich.
Di level domestik, tekanan terhadap skuad semakin besar karena rival utama Barcelona sukses mempertahankan gelar liga. Situasi makin rumit setelah muncul konflik internal di ruang ganti serta kritik terhadap performa beberapa pemain bintang.
Nama Kylian Mbappe ikut menjadi sorotan karena dianggap kurang menunjukkan kontribusi maksimal di lapangan. Selain itu, laporan mengenai ketegangan antarpemain juga memperburuk suasana di dalam tim.
Perez mengakui ada rasa frustrasi di kalangan suporter, tetapi ia menegaskan bahwa pencapaian Real Madrid selama dirinya memimpin tidak bisa diabaikan begitu saja.
Ia menyebut klub telah memenangkan puluhan trofi sejak dirinya kembali menjabat pada 2009.