finnews.id – Jepang kembali menghadapi sorotan dunia akibat krisis demografi yang semakin serius. Negara yang dikenal dengan teknologi maju dan budaya disiplin itu kini memiliki jumlah hewan peliharaan yang lebih banyak dibandingkan populasi anak-anak. Fenomena ini menjadi simbol nyata dari menurunnya angka kelahiran dan bertambahnya populasi lansia di Negeri Sakura.
Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah bayi yang lahir di Jepang terus mengalami penurunan. Data pemerintah Jepang menunjukkan angka kelahiran berada pada level terendah dalam sejarah modern negara tersebut. Di sisi lain, kepemilikan anjing dan kucing justru terus meningkat, terutama di kalangan pasangan muda dan warga lanjut usia.
Populasi Anak-anak Terus Menurun
Jepang telah lama menghadapi masalah penurunan populasi. Biaya hidup yang tinggi, tekanan pekerjaan, hingga perubahan gaya hidup menjadi faktor utama yang membuat banyak pasangan memilih menunda menikah atau tidak memiliki anak.
Kementerian Dalam Negeri Jepang mencatat jumlah anak di bawah usia 15 tahun terus menurun selama puluhan tahun berturut-turut. Sementara itu, angka warga lanjut usia terus meningkat hingga menjadikan Jepang sebagai salah satu negara dengan populasi tertua di dunia.
Fenomena ini memunculkan kekhawatiran besar terhadap masa depan ekonomi Jepang. Jumlah tenaga kerja produktif diperkirakan akan terus menyusut, sedangkan kebutuhan layanan kesehatan dan pensiun semakin meningkat.
Hewan Peliharaan Menjadi Pilihan Banyak Warga Jepang
Di tengah menurunnya angka kelahiran, industri hewan peliharaan di Jepang justru berkembang pesat. Banyak warga Jepang memilih memelihara anjing atau kucing sebagai teman hidup dibanding membesarkan anak.
Biaya membesarkan anak di Jepang dianggap sangat mahal, terutama di kota besar seperti Tokyo dan Osaka. Selain faktor ekonomi, jadwal kerja yang padat juga membuat sebagian masyarakat merasa lebih sulit membangun keluarga.
Sebaliknya, hewan peliharaan dianggap mampu memberikan kenyamanan emosional tanpa tekanan sosial sebesar membesarkan anak. Tidak heran jika bisnis makanan hewan, hotel hewan, hingga spa khusus peliharaan berkembang pesat di Jepang.
Beberapa apartemen di Jepang bahkan kini lebih ramah terhadap hewan peliharaan dibanding keluarga dengan anak kecil. Kondisi ini memperlihatkan bagaimana perubahan sosial terjadi secara perlahan di tengah masyarakat modern Jepang.