Home Tekno Platform Pendidikan Canvas Tumbang Akibat Serangan Cyber, Sistem Akademik Global Lumpuh
Tekno

Platform Pendidikan Canvas Tumbang Akibat Serangan Cyber, Sistem Akademik Global Lumpuh

Bagikan
Hacker, Image: Franz26 / Pixabay
Bagikan

finnews.id – Serangan siber berskala internasional menyebabkan platform pembelajaran digital Canvas mengalami gangguan luas dan memicu kekacauan di ribuan institusi pendidikan. Sistem yang digunakan oleh universitas dan sekolah di Amerika Serikat, Kanada, hingga Australia ini dilaporkan tidak dapat diakses dalam periode krusial akhir tahun akademik.

Gangguan ini tidak hanya berdampak pada aktivitas belajar mengajar harian, tetapi juga mengacaukan jadwal ujian akhir, pengumpulan tugas, hingga proses evaluasi akademik. Sejumlah institusi bahkan terpaksa menunda ujian demi memberi waktu bagi mahasiswa untuk memulihkan pekerjaan yang terdampak.

Platform Canvas sendiri dikelola oleh perusahaan teknologi pendidikan Instructure, yang dalam pernyataan resminya menyebutkan bahwa layanan sempat tidak stabil sebelum kembali pulih sebagian untuk mayoritas pengguna. Namun, sejumlah kampus masih melaporkan gangguan lanjutan pada hari berikutnya.

Skala Serangan Menjangkau Ribuan Institusi Pendidikan

Laporan awal menyebutkan bahwa sekitar 9.000 institusi pendidikan terdampak oleh insiden ini. Universitas Sydney termasuk salah satu yang mengonfirmasi gangguan serius, dengan pihak kampus meminta mahasiswa untuk tidak mencoba masuk ke sistem sementara waktu.

Dalam pernyataan resmi, universitas tersebut menegaskan bahwa mereka merupakan salah satu dari ribuan institusi yang terdampak secara global dan masih menunggu informasi teknis lebih lanjut dari pihak pengelola platform.

Sementara itu, Mississippi State University mengambil langkah lebih tegas dengan menunda ujian akhir yang seharusnya berlangsung pada hari gangguan terjadi. Keputusan ini diambil untuk mengurangi dampak terhadap mahasiswa yang tidak dapat mengakses materi pembelajaran dan tugas penting.

Dugaan Keterlibatan Kelompok Peretas Internasional

Kelompok peretas yang dikenal dengan nama ShinyHunters dikabarkan mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Kelompok ini sebelumnya juga dikaitkan dengan berbagai insiden kebocoran data besar di sektor teknologi dan perusahaan global.

Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi teknis independen yang sepenuhnya memverifikasi klaim tersebut. Pihak berwenang dan perusahaan terkait masih melakukan investigasi untuk memastikan sumber dan metode serangan yang digunakan.

Serangan ini menunjukkan pola yang semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir, di mana infrastruktur digital pendidikan menjadi target empuk karena ketergantungan tinggi terhadap sistem daring.

Bagikan
Artikel Terkait
Tekno

Oppo Find X9 Ultra Siap Meluncur: Usung Teknologi Periskop Baru dan Kamera 200MP

finnews.id – Oppo kembali menggebrak pasar ponsel pintar kelas atas melalui bocoran...

Tekno

Vivo X300 Ultra: ‘Kamera Profesional yang Bisa Menelepon’ Resmi Diluncurkan

finnews.id – Vivo Indonesia resmi menggebrak pasar ponsel flagship tanah air dengan...

Tekno

Hanya Rp1,6 Juta, POCO C81 Pro Gebrak Pasar Entry-Level Indonesia

finnews.id –  POCO resmi menggebrak pasar ponsel pintar entry-level di Indonesia dengan...

Tekno

Xiaomi Mix 5 Siap Gebrak Pasar, Bawa Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Kamera Magnetik

finnews.id – Raksasa teknologi asal China, Xiaomi, berencana menghidupkan kembali lini ponsel...