Fenomena pelaku usaha yang mulai beralih dari marketplace ke website mandiri kini semakin ramai diperbincangkan. Tren ini dinilai sebagai bagian dari transformasi besar dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia, bukan sekadar reaksi terhadap tingginya biaya platform.
Peneliti Center of Digital Economy and SMEs Indef, Fadhila Maulida, mengungkapkan bahwa keluhan terkait biaya marketplace yang terus meningkat menjadi salah satu pemicu utama. Dalam beberapa waktu terakhir, media sosial dipenuhi keluhan pelaku usaha terkait biaya administrasi hingga promosi yang dinilai semakin membebani.
“Banyak pelaku usaha mulai mempertimbangkan membangun website sendiri sebagai alternatif,” ujar Fadhila di Jakarta.
Bukan Sekadar Biaya, Ini Masalah Lebih Besar
Menurut Fadhila, fenomena ini mencerminkan perubahan mendasar dalam struktur ekonomi digital nasional. Setidaknya ada dua faktor utama yang saling berkaitan, yakni daya beli masyarakat dan kapasitas UMKM.
Dari sisi permintaan, daya beli masyarakat memang masih tumbuh, tetapi lajunya melambat. Di sisi lain, jumlah pelaku UMKM yang masuk ke ekosistem digital justru melonjak signifikan.
Akibatnya, terjadi ketidakseimbangan antara jumlah penjual dan pembeli. Persaingan pun semakin ketat, sehingga peluang mendapatkan penjualan optimal menjadi semakin kecil.
“Pertumbuhan transaksi digital tidak secepat pertumbuhan jumlah penjual,” jelasnya.
Marketplace Makin Mahal dan Kompleks
Saat ini, marketplace tidak lagi sekadar tempat jual beli. Platform digital telah berkembang menjadi ekosistem kompleks dengan berbagai layanan, mulai dari sistem pembayaran, logistik, hingga promosi berbasis algoritma.
Namun, semua layanan tersebut datang dengan biaya. Pelaku usaha harus menanggung biaya platform, biaya layanan, iklan digital, hingga ongkos logistik yang masih tinggi di beberapa daerah.
Tekanan biaya ini membuat margin keuntungan pelaku usaha semakin tergerus, terutama bagi UMKM dengan skala kecil.
UMKM Belum Sepenuhnya Siap Bersaing
Di sisi lain, kesiapan UMKM juga menjadi tantangan besar. Meski pemerintah telah mendorong digitalisasi dan membuka akses ke marketplace, banyak pelaku usaha yang belum siap bersaing secara optimal.
Kesiapan ini mencakup kemampuan menentukan harga, strategi digital marketing, pengelolaan biaya, hingga pemanfaatan data pelanggan.
“Masuk ke marketplace itu mudah, tapi untuk bertahan dan berkembang membutuhkan kemampuan yang lebih kompleks,” kata Fadhila.