Home Market Mencermati Kenaikan Harga BBM di Tengah Kondisi Perekonomian yang Belum Pulih
Market

Mencermati Kenaikan Harga BBM di Tengah Kondisi Perekonomian yang Belum Pulih

Bagikan
BBM Nonsubsidi
Bagikan

finnews.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi sorotan publik, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Pertanyaan pun mencuat: apakah wajar harga BBM naik saat daya beli masyarakat sedang tertekan?

Lembaga riset NEXT Indonesia Center menilai, penyesuaian harga BBM nonsubsidi oleh pelaku usaha, termasuk Pertamina dan perusahaan swasta, merupakan hal yang wajar dalam mekanisme ekonomi.

Direktur NEXT Indonesia Center, Herry Gunawan, menjelaskan bahwa BBM nonsubsidi memang ditentukan oleh pasar. Artinya, harga sangat bergantung pada biaya produksi dan distribusi.

“Kalau harga input naik tapi tidak diikuti penyesuaian harga jual, perusahaan bisa merugi,” ujarnya.
Beberapa faktor utama yang memengaruhi harga BBM antara lain:

  • Harga minyak mentah dunia
  • Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
  • Biaya distribusi dan operasional

Kenaikan Harga Sudah Terjadi di SPBU Swasta

Pada awal Mei 2026, sejumlah SPBU swasta tercatat menaikkan harga BBM, terutama untuk jenis diesel. Kenaikan ini cukup signifikan, mengikuti lonjakan harga minyak global.

Sementara itu, Pertamina masih menahan harga BBM nonsubsidi berdasarkan penyesuaian terakhir pada April 2026.

Tekanan Harga Minyak Dunia Jadi Pemicu

Analis kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, menilai kenaikan harga BBM sulit dihindari.
Menurutnya, asumsi harga minyak dalam APBN 2026 berada di kisaran USD70 per barel, sementara harga aktual kini sudah menembus USD110 per barel.

“Dengan selisih sebesar itu, penyesuaian harga menjadi sesuatu yang tidak terelakkan,” jelasnya.

Sudah Diatur dalam Regulasi Pemerintah

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi juga memiliki dasar hukum yang jelas, yakni melalui Keputusan Menteri ESDM terkait formula harga dasar BBM.

Dalam aturan tersebut, badan usaha diberikan kewenangan untuk menentukan harga sesuai perhitungan masing-masing.
Artinya, fluktuasi harga BBM setiap awal bulan memang merupakan hal yang normal dalam sistem ini.

Dampak ke Masyarakat Tetap Jadi Perhatian

Meski dinilai wajar secara ekonomi, para ahli mengingatkan bahwa kenaikan harga BBM tetap harus dilakukan dengan hati-hati. Jika tidak, dampaknya bisa menekan daya beli masyarakat dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, pemerintah dan pelaku usaha diminta menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis dan kondisi sosial masyarakat.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
Market

Indonesia Siap Stop Impor Solar 2026

finnews.id – Kabar besar datang dari sektor energi nasional. Menteri Energi dan...

Market

Mendag Blak-Blakan Soal Penyebab Rencana Menaikan HET Minyakita 

finnews.id – Pemerintah membuka peluang penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita di...

Harga BBM Pertamina Turun Mei 2025, Peluang Baru untuk Hemat Pengeluaran Harian
Market

Harga BBM Pertamax 92 Segera Naik, Menteri ESDM Bahlil: Saya Pikir Tak Masalah

finews.id – Lonjakan harga minyak dunia akibat memanasnya konflik antara Iran, Israel,...

Market

Disperdagin Optimistis Kinerja Ekspor Rotan Cirebon Menguat Tahun 2026

finnews.id – Kinerja ekspor produk rotan dari Kabupaten Cirebon, diperkirakan akan kembali...